Tumbuhkan Minat Baca, 50 Siswa SD/MI Ikuti Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten Ponorogo 2026

PONOROGO – Guna menumbuhkembangkan minat baca sejak dini sekaligus mengenalkan kekayaan budaya lokal, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menggelar Lomba Bertutur bagi Siswa/Siswi SD/MI Tingkat Kabupaten Ponorogo Tahun Anggaran 2026.

Acara yang bersinergi dengan Perpustakaan Nasional RI ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 20–21 Mei 2026, bertempat di Aula SMKN 1 Jenangan. Sebanyak 50 peserta dari berbagai SD/MI se-Kabupaten Ponorogo tampak antusias unjuk kebolehan dalam menyampaikan cerita-cerita menarik.

Sebelum kompetisi dimulai, acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Layanan dan Informasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, Sari Windrawati, S.Sos., M.M.

Gambar 1 – Salah satu peserta sedang membawakan cerita lokal Ponorogo

Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya mengenalkan identitas budaya lokal kepada generasi muda melalui media tutur. Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh Perwakilan beberapa Kepala Dinas Kabupaten Ponorogo, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD), Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI), Perwakilan komunitas literasi di Kabupaten Ponorogo

Untuk menjaga objektivitas dan kualitas kompetisi, panitia menghadirkan tiga juri yang sudah sangat akrab di dunia anak-anak dan literasi Ponorogo, yaitu Kak Ucon – Pendongeng nasional asal Ponorogo, Kak Vita – Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo dan Kak Ima – Pendongeng kesayangan anak-anak Ponorogo. Penguasaan panggung hingga teknik bercerita menjadi poin krusial dalam penilaian. Ketiga juri tersebut menilai penampilan para peserta secara ketat berdasarkan beberapa kriteria utama, mulai dari teknik bercerita, penguasaan materi, hingga kemampuan performa secara umum.

Kompetisi ini menjaring enam pemenang terbaik yang dinilai berhasil membawakan cerita lokal dengan penghayatan paling maksimal. Sebagai apresiasi atas bakat dan kerja keras mereka, para pemenang berhak membawa pulang hadiah menarik berupa trofi penghargaan, piagam penghargaan dan uang pembinaan dengan total Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).

Copywriter Vitasa / Photo Taufiq Adhyatsa – Muhammad Aditya

PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA BERTUTUR BAGI SISWA/SISWI SD/MI TINGKAT KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2026

PEMENANG LOMBA BERTUTUR BAGI SISWA/SISWI SD/MITINGKAT KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2026

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, dan Salam Sejahtera bagi Kita Semua.

Salam Literasi!

Yth. Bapak/Ibu Kepala Sekolah, Guru Pendamping, Orang Tua Wali Murid, serta seluruh Siswa/Siswi Peserta Lomba Bertutur SD/MI Tingkat Kabupaten Ponorogo Tahun 2026 yang kami banggakan.

Kami mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas partisipasi dan penampilan luar biasa dari seluruh peserta dalam rangkaian Lomba Bertutur Bagi Siswa SIswi SD/MITingkat Kabupaten Ponorogo Tahun 2026. Bakat, kreativitas, dan antusiasme yang ditunjukkan oleh para generasi muda ini merupakan bukti nyata bangkitnya budaya literasi di Kabupaten Ponorogo.

Berdasarkan hasil penilaian yang obyektif dan menyeluruh, Tim Dewan Juri telah merumuskan keputusan akhir. Pemenang Lomba Bertutur ditetapkan sah secara hukum berdasarkan Berita Acara Pememanag Lomba Bertutur Bagi Siswa/Siswi SD/MI Tingkat Kabupaten Ponorogo Tahun 2026. Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Berikut adalah daftar pemenang Lomba Bertutur Bagi Siswa/Siswi SD/MI Tingkat Kabupaten Ponorogo Tahun 2026:

DAFTAR PEMENANG LOMBA

JuaraNo PesertaNama PesertaAsal SekolahNilai
JUARA I08MUHAMMAD ARSYAD NAWAWISD MA’ARIF PONOROGO270
JUARA II11RADINKA SERADA PUTRISDN 1 MANGKUJAYAN266
JUARA III09GENDHIS SRIWIRATIHSD NEGERI 1 PLALANGAN251
JUARA HARAPAN I23GUMARA HAFIDZ ERDIANSYAHSD NEGERI 1 WATUBONANG250
JUARA HARAPAN II02SYAFIQA HAAFIZHAH PRASETIYASDN 3 PULUNG243
JUARA HARAPAN III24HAMDA SAKHIA RAMADHANISD NEGERI KEPATIHAN239

Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang yang telah berhasil mengukir prestasi. Bagi peserta yang belum berhasil meraih juara pada kesempatan ini, kami berharap amanat literasi ini tidak berhenti di sini. Teruslah mengasah bakat, gemar membaca, dan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar.

Informasi mengenai teknis penyerahan hadiah, trofi, dan piagam penghargaan akan dilaksanakan pada saat acara puncak festival literasi, informasi selengkapnya akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh panitia melalui Group Lomba Bertutur 2026

Demikian pengumuman ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu serta adik-adik sekalian, kami ucapkan terima kasih.

Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Lestarikan Kearifan Lokal melalui Tulisan: Dinas Perpustakaan Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal

Ponorogo – Dalam upaya memperkuat identitas daerah dan meningkatkan literasi masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan program Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal. Program ini dirancang untuk menjaring bakat-bakat penulis di wilayah Kabupaten Ponorogo guna mengalihmediakan tradisi lisan dan kearifan lokal ke dalam bentuk karya tulis yang berkualitas.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar pelatihan teknis, namun memiliki misi besar dalam menciptakan ekosistem kepenulisan yang berkelanjutan di daerah. Terdapat empat tujuan utama dalam pelaksanaan Bimtek ini yaitu peningkatan kompetensi untuk mengasah kapasitas penulis pemula agar mampu menghasilkan karya yang standar, pelestarian budaya untuk menambah jumlah penulis kreatif yang fokus pada isu kearifan lokal, pengembangan koleksi untuk memperkaya koleksi konten lokal Ponorogo melalui buku-buku berbasis budaya lokal Ponorogo dan sinergi komunitas yaitu menciptakan jejaring penulis yang solid di Kabupaten Ponorogo.

Gambar 1 – Narasumber menyampaikan materi

Penyelenggaraan kegiatan dibagi menjadi tiga fase utama yaitu pertama adalah Fase Pra-Inkubasi (Persiapan), tahap ini adalah tahap seleksi ketat melalui penjaringan naskah mulai 25 Februari s.d 08 April 2026. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo  mengumumkan pendaftaran melalui media massa dan media sosial, termasuk kolaborasi dengan Perpusnas Press. Naskah yang masuk dinilai berdasarkan orisinalitas (bebas plagiasi dan AI), kesesuaian tema, serta kerapian mekanis penulisan, dilanjutkan dengan Fase Inkubasi (Pelaksanaan), pada fase ini peserta yang lolos mengikuti Bimtek intensif sebanyak tiga kali pertemuan, yaitu tanggal 27 s.d 29 April 2026. Mereka akan dibimbing langsung oleh pakar budaya dan praktisi kepenulisan profesional.dan fase terakhir adalah Fase Pasca-Inkubasi (Diseminasi): Karya-karya terbaik peserta dibukukan, diterbitkan secara digital maupun cetak melalui Perpusnas Press, dan disebarluaskan kepada publik.

Gambar 2 – Peserta aktif bertanya pada sesi disekusi dan tanya jawab

Untuk memastikan kualitas naskah, peserta mendapatkan materi mendalam yang meliputi:

  1. Pengantar Budaya & Tradisi Lisan yaitu membedah kekayaan lokal yang layak diangkat menjadi tulisan.
  2. Teknik Penulisan Kreatif yaitu Pelatihan penulisan esai, artikel ilmiah populer, dan strategi peningkatan kualitas naskah.
  3. Gaya Selingkung & Penerbitan yaitu memahami teknis pengemasan naskah hingga siap naik cetak.

Kegiatan ini akan menghadirkan narasumber berkompeten, mulai dari tokoh budaya lokal hingga praktisi penerbitan yang memiliki portofolio mumpuni di bidangnya, pemateri adalah Bapak Muhammad Masrofiqi Maulana. M.Ag, Dr. Alip Sugianto, M.Hum, dan Yolan Priatna, SIIP, MA

Program ini terbuka bagi minimal 50 peserta yang terdiri dari unsur Pustakawan, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, pelajar/mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki minat besar pada dunia literasi.

Seluruh rangkaian kegiatan ditargetkan berlangsung efektif dalam kurun waktu April hingga Juni, mulai dari tahap publikasi, pendampingan teknis, hingga proses penerbitan buku.

Copywriter Vitasa

Photo Taufiq Adhyatsha

Perkuat Ekosistem Digital, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Ponorogo Gelar Bimtek Literasi Informasi bagi Pustakawan, Pengelola Perpustakaan, Guru dan Pegiat Literasi

PONOROGO – Dalam upaya membangun masyarakat yang cerdas dan kritis di tengah banjir informasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menyasar 150 peserta dari berbagai sektor strategis literasi di Kabupaten Ponorogo.

Pelaksanaan Bimtek dibagi menjadi tiga gelombang untuk memastikan materi tersampaikan secara intensif dan tepat sasaran, gelombang satu dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal, 21 April 2026 diikuti oleh 50 pustakawan dan pengelola perpustakaan, gelombang kedua dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 22 April 2026 diikuti oleh 50 pegiat literasi dari berbagai komunitas. Dan gelombang ketiga dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 23 April 2026 diikuti oleh 50 tenaga pendidik atau guru.

Gambar 2 – Pemateri memberikan penjelasan tentang pentingnya literasi informasi

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menghadirkan dua narasumber ahli untuk memberikan pembekalan komprehensif, yaitu Bapak Oki Cahyo Nugroho, S.Sn., M.I.Kom. (Jurnalis & Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Ponorogo), yang membedah sisi etika komunikasi dan penyampaian informasi. Dan Bapak Yolan Priatna, S.IIP., M.A. (Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam & Kepala LPP UMPO), yang berfokus pada teknis penelusuran serta manajemen sumber informasi.

Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal mendalam mengenai kemampuan mengenali kebutuhan informasi, teknik penelusuran yang akurat, hingga evaluasi dan pemanfaatan sumber informasi yang relevan. Dengan pembekalan ini, para peserta diharapkan mampu mengelola dan membimbing masyarakat maupun peserta didik dalam menggunakan informasi secara kritis, etis, dan efektif.

Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo Bapak Drs. Nurhadi Hanuri , M.M. menekankan bahwa peran peserta sangat vital sebagai garda terdepan literasi, Pustakawan diharapkan semakin kuat sebagai pengelola sumber informasi yang kredibel, Guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran berbasis informasi yang inovatif., dan Pegiat Literasi bertindak sebagai agen perubahan (agent of change) yang memberdayakan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Gambar 3 – Peserta penuh antusia mengikuti rangkaian pembelajaran

Selain peningkatan kapasitas individu, Bimtek ini dirancang untuk mendorong kolaborasi lintas profesi. Sinergi antara pustakawan, guru, dan pegiat literasi diharapkan mampu menciptakan ekosistem literasi informasi yang kuat, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan zaman.

Melalui bimbingan teknis ini, Kabupaten Ponorogo optimis dapat mewujudkan masyarakat yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga cakap dalam memilah informasi di era digital.

Pelaksanaan Bimtek ini merupakan salah satu bentuk nyata optimalisasi Dana Alokasi Khusus Non Fisik (DAK-NF) dari Perpustakaan Nasional RI. Dengan adanya dukungan anggaran ini, diharapkan kualitas sumber daya manusia di bidang literasi di daerah dapat terus meningkat, sejalan dengan visi mencerdaskan kehidupan bangsa melalui akses informasi yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Diharapkan setelah mengikuti bimbingan teknis ini, para peserta dapat langsung mengimplementasikan strategi pengelolaan informasi yang tepat guna di unit kerja maupun komunitas masing-masing, demi menciptakan masyarakat Ponorogo yang lebih literat dan kritis.

Copywriter Vitasa / Foto Taufiq Adhyatsa

Perpustakaan Solusi Tempat Nongkrong Asik, Edukatif Dan Nyaman

Gambar 1 – Sobat pustaka asik membaca buku di ruang baca perpustakaan

PONOROGO – Bingung mencari tempat produktif untuk menghabiskan waktu luang? Perpustakaan Daerah Kabupaten Ponorogo kini hadir dengan wajah baru yang lebih inklusif. Tidak hanya sekadar tempat meminjam buku, perpustakaan ini telah bertransformasi menjadi pusat aktivitas masyarakat yang menawarkan berbagai layanan unggulan.

Bagi masyarakat umum yang mendambakan ketenangan, Perpustakaan Daerah Ponorogo menyediakan layanan baca di tempat dengan suasana yang sangat kondusif. Ruang baca didesain sedemikian rupa agar pengunjung merasa betah berlama-lama mengeksplorasi ragam koleksi literatur yang tersedia.

Perpustakaan ini berkomitmen untuk memberikan akses informasi yang merata melalui berbagai jenis layanan, di antaranya adalah:

  1. Layanan Peminjam Buku layanan ini memberikan kemudahan bagi anggota untuk membawa pulang buku-buku favorit dengan proses administrasi yang cepa
  2. Layanan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam layanan ini tersedia fasilitas komputer dan akses internet yang dapat digunakan masyarakat untuk mengerjakan tugas, riset, atau sekadar mengakses informasi digital.
  3. Layanan Anak adalah ruang khusus yang ceria dan edukatif, dirancang agar anak-anak dapat mengenal dunia literasi sejak dini dengan cara yang menyenangkan.
  4. Layanan Pojok Ponorogo adalah sebuah ruang istimewa yang menyajikan informasi mendalam, sejarah, dan literatur lokal khas Bumi Reog.

Gambar 2 – Anak-anak sedang menghabiskan waktu liburannya di ruang layanan anak

Salah satu daya tarik utama adalah suasana tenang dan nyaman yang ditawarkan. Jauh dari kebisingan kota, pengunjung bisa menikmati waktu berkualitas sembari menyeruput ilmu dari ribuan koleksi bacaan menarik.

Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo berkomitmen untuk mengubah stigma bahwa perpustakaan itu kaku dan masyarakat dapat meluangkan waktunya sambil belajar di perpustakaan. Dengan ragam layanan yang terus bertambah diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan di perpustakaan daerah Kabupaten Ponorogo.

Layanan ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Dengan fasilitas yang beragam dan suasana yang nyaman, Perpustakaan Daerah Kabupaten Ponorogo siap menjadi destinasi utama bagi para pencinta literasi dan warga yang mencari alternatif tempat berkumpul yang bermanfaat.

“Ayo Berkunjung ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Ponorogo—lebih dari sekadar buku, ini adalah ruang untuk tumbuh dan berbagi.”

Copywriter dan Foto : Vitasa

Sarasehan Sastra Jawa dengan tema “Proses Kreatif Menulis Sastra Jawa: Dari Ide sampai Menghasilkan Karya.”

Ponorogo – Kegiatan bertema sastra kembali digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo. Berbeda dari sebelumnya, kali ini rangkaian kegiatan difokuskan khusus pada Sastra Jawa. Judul yang dipilih adalah Sarasehan Sastra Jawa dengan tema “Proses Kreatif Menulis Sastra Jawa: Dari Ide sampai Menghasilkan Karya.”

Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 4 Desember 2025 di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Bapak Drs. Joni Widarto, M.Si, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan narasumber oleh moderator. Yang membuat suasana semakin hangat, moderator membuka sarasehan ini dengan lantunan satu tembang macapat, yakni Pucung, sehingga nuansa tradisi Jawa semakin terasa sedari awal. Peserta sarasehan berasal dari mahasiswa dan dosen STKIP PGRI Ponorogo Program Studi Sastra Jawa serta mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Mas Gayuh, guru Bahasa Jawa di SMA Muhipo sekaligus penulis aktif di berbagai media. Beberapa karya tulis beliau dalam bahasa Jawa telah dimuat di sejumlah majalah. Moderator kegiatan adalah Mas Nadhif, yang juga berprofesi sebagai guru. Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan proses kreatif dalam menulis karya sastra yaitu dimulai dari menemukan ide, mengembangkan gagasan, hingga menyelesaikan tulisan. Mas Gayuh membagi proses menulis menjadi tiga tahap utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penutup, sehingga peserta dapat memahami alur kreatif secara lebih runtut.

Beliau menjelaskan bahwa ide dapat muncul dari berbagai sumber: gambar atau media digital, aktivitas membaca, percakapan sehari-hari, hasil pengamatan langsung, pengetahuan yang dimiliki, hingga pengalaman pribadi. Selain itu, narasumber menekankan bahwa dalam menulis, seseorang harus memiliki keberanian. Keberanian untuk menuangkan apa yang ingin disampaikan tanpa terlalu banyak dibatasi rasa ragu.

Pada penutup sesi, narasumber kembali menegaskan bahwa karya sastra lahir dari keberanian mengungkapkan gagasan. Selama masih ada yang menulis dan merawatnya, Sastra Jawa akan terus hidup dan menjadi bagian penting dalam kebudayaan kita.

Copywriter Ela Sarlita / Photo Vitasa

MEMPERINGATI HARI KUNJUNG PERPUSTAKAAN: HIDUPKAN SEMANGAT LITERASI ANAK

Ponorogo – Suasana ceria mewarnai Perpustakaan Daerah Ponorogo pada hari Selasa (16/9/2025) saat digelar kegiatan memperingati Hari Kunjung Perpustakaan. Acara ini diikuti oleh Siswa-Siswi SDN 2 Tajug Ponorogo, yang sejak pagi sudah hadir memenuhi tempat kegiatan.

Momentum Hari Kunjung Perpustakaan ini menjadi sarana efektif untuk menghidupkan semangat literasi di kalangan anak-anak. Melalui kombinasi hiburan, edukasi, dan kreativitas, perpustakaan diharapkan mampu mencetak generasi pembaca yang kritis, berkarakter, serta mampu membawa nilai-nilai kearifan lokal ke masa depan.

Kegiatan diawali dengan ice breaking yang membuat para siswa lebih bersemangat dan akrab dengan suasana perpustakaan. Gelak tawa pun pecah ketika berbagai permainan interaktif dibawakan, mencairkan suasana sebelum memasuki acara inti.

 Sesi mendongeng bersama Kak Ucon

Selanjutnya, Siswa-Siswi diajak menikmati dongeng yang dibawakan oleh pendongeng Nasional yaitu Muhammad Yusron atau akrab dipanggil Kak Ucon. Dengan gaya khas dan ekspresif, Kak Ucon berhasil memikat perhatian anak-anak, membuat mereka larut dalam cerita mengenai Da’tsur Sang Penunggang Kuda yang berniat untuk mencelakai Nabi Muhammad SAW. Nilai moral dan pesan positif yang dapat diambil dari cerita tersebut yaitu sesama manusia harus saling memaafkan, untuk berlangsungnya hidup yang damai dan tentram.

Unjuk bakat Siswa

Tidak hanya mendengarkan, beberapa peserta juga menunjukkan bakat mereka melalui pembacaan puisi dan menyanyi, suara lantang penuh percaya diri dari Siswa-Siswi SDN 2 Tajug Ponorogo membuat acara semakin meriah dan menyentuh. Kegiatan ini ditutup dengan aksi sulap yang tak kalah seru dipandu oleh Paman Rizal, membuat Siswa-Siswi semakin antusias dan bersemangat.

Acara ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan juga menjadi media edukatif yang mampu menanamkan kecintaan terhadap perpustakaan sejak usia dini. Melalui rangkaian kegiatan interaktif, dongeng, dan penampilan kreatif, Perpustakaan Daerah Ponorogo berhasil menghadirkan pengalaman berkesan yang diharapkan dapat menumbuhkan minat baca serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi generasi muda.

Copywriter Naza / Foto Sasmitha / Editor Vitasa

Gerakan Bertutur Keliling, Games, Outbound Dan Literasi Anak (GetukGolan) Edisi Spesial Kemerdekaan

Ponorogo – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo rutin setiap bulan sekali, di Hari Munggu melaksanakan kegiatan Gerakan Bertutur Keliling, Games, Outbound Dan Literasi Anak (GetukGolan). Dalam kegiatan Getuk Golan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo bersama dengan Kak Muhammad Yusron atau akrab disapa dengan Kak Ucon seringkali menampilkan kegiatan dongeng boneka, permainan tradisional, membaca bersama atau unjuk bakat. Peserta dari kegiatan Getuk Golan ini adalah anak anak dari usia PAUD hingga remaja awal. Selama ini kegiatan Getuk Golan selalu seru dan diminati anak-anak.

Kak Ucon dan Kak Rus Sedang Mendongeng untuk anak-anak

Pada Hari Minggu tanggal 3 Agustus 2025 kegiatan Getuk Golan menghadirkan edisi sepesial kemerdekaan. Pada event special kemerdekaan ini adik-adik pengunjung taman kelonosewandono diajak untuk, mendengarkan dongeng kepahlawanan oleh kak ucon dan dongeng hiburan oleh kak rus. Setelah mendengarkan dongeng dan bermain kuis, adik-adik diajak untuk mengikuti aneka lomba yang seru dan menarik.

 Lomba-lomba yang dilaksanakan dibagi menjadi tiga kategori, untuk kategori anak usia 3-6 tahun adalah lomba balap bendera, balapm centong estafet, dan balap karet. Untuk anak usia 7 sampai dengan 10 tahun adalah lomba estafet bola, paku dalam botol dan joget balon ibu dan anak. Sementara untuk anak usia 10 tahun ke atas adalah estafet sarung, joget kursi dan estafet tepung. Lomba mulai dilaksanakan setelah Kak Ucon dan Kak Rus mendongeng dengan tema kemerdekaan dan perjuangan.

Keseruan Anak-Anak Dalam Mengikuti Lomba

Anak-anak dan orang tua yang ikut serta dalam kegiatan Getuk Golan edisi kemerdekaan ini terlihat antusias dan semangat sepanjang kegiatan. Hal tersebut terbukti dari mereka yang masih antusias hingga kegiatan selesai, semangat lomba semakin meningkat ketika peserta lomba mendapatkan hadiah-hadiah yang menarik dari pantia serta snak yang dapat dinikmati sambil istirahat. Hadiah langsung diberikan kepada peserta lomba ketika lomba selesai dilaksanakan .

Harapan kedepannya, semoga masyarakat Ponorogo selalu antusias dan menyambut baik kegiatan GETUK GOLAN ini guna meningkatkan literasi dan kegemaran membaca masyarakat Ponorogo kedepannya. Serta menjadi ekosistem membaca yang baik bagi masyarakat. Karena kebudayaan membaca dimulai dari anak-anak kita di usia dini.

Selamat Hari Kemerdekaan, Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa.

Copywariter ela / Editor Vitasa / Photo Taufiq

Perpustakaan Keliling Edisi Liburan Sekolah

Ponorogo – Perpustakaan tidak hanya memberikan layanan kepada masyarakat di gedung perpustakaan saja. Perpustakaan juga hadir ke tengah-tengah masyarakat melalui layanan perpustakaan keliling. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menggunakan fasilitas layanan perpustakaan keliling untuk menjangkau masyarakat di berbagai tempat di Kabupaten Ponorogo. Layanan ini bertujuan untuk mendekatkan buku kepada masyarakat guna meningkatkan literasi di Kabupaten Ponorogo.

Pada hari ini, Senin, 7 Juli 2025, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo melaksanakan kegiatan perpustakaan keliling di Telaga Ngebel dalam rangka edisi liburan sekolah. Para pengunjung yang datang ke kawasan wisata Telaga Ngebel dapat memanfaatkan waktu liburan mereka sambil membaca buku. Dengan suasana yang sejuk dan pemandangan alam yang indah, membaca buku di Telaga Ngebel menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menenangkan.

Wisatawan Telaga Ngebel sedang membaca buku

Selain membawa koleksi buku, petugas perpustakaan juga menyediakan tablet yang dapat digunakan oleh anak-anak untuk belajar dan meningkatkan pengetahuan. Tablet tersebut telah dilengkapi aplikasi edukatif, seperti membaca, berhitung, dan permainan interaktif lainnya yang mendukung perkembangan literasi anak-anak.

Kehadiran perpustakaan keliling di tempat wisata ini mendapatkan sambutan positif dari para pengunjung. Anak-anak terlihat antusias meminjam buku untuk dibaca di tempat, mencoba tablet untuk belajar, dan menikmati suasana membaca yang berbeda dari biasanya. Tidak hanya anak-anak, remaja dan orang dewasa pun turut serta membaca buku yang tersedia dan memanfaatkan momen liburan dengan kegiatan yang bermanfaat.

Anak-anak sedang memanfaatkan tab edukasi

Dengan adanya layanan perpustakaan keliling ini, diharapkan minat membaca Masyarakat Kabupaten Ponorogo semakin meningkat, serta tercipta budaya literasi yang kuat di berbagai kalangan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo akan terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan perpustakaan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, baik di pusat kota maupun di daerah wisata dan pelosok desa.

Copywriter Ela, Photo NVS

Lomba Bertutur Hidupkan Kembali Budaya Bertutur Anak di Ponorogo

Ponorogo – Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki budaya lisan yang kuat, salah satunya adalah tradisi mendongeng. Namun, seiring perkembangan zaman, budaya ini mulai jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan Lomba Bertutur, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo berupaya menghidupkan kembali semangat mendongeng di kalangan anak-anak. Selain menumbuhkan kecintaan terhadap budaya, kegiatan ini juga menjadi langkah konkret dalam meningkatkan literasi sejak usia dini.

Kegiatan lomba digelar pada Rabu, 25 Juni 2025 di SMK Negeri Jenangan Ponorogo, dan diikuti oleh 25 peserta dari jenjang SD/MI se-Kabupaten Ponorogo. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupatan Drs. Joni Widarto, M.Si, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Perpustakaan. Para peserta yang tampil di hadapan dewan juri merupakan siswa-siswi terpilih yang telah melalui proses seleksi sebelumnya.

Penampilan salah satu peserta

Dalam lomba ini, para peserta tidak hanya membaca dan memahami cerita, tetapi juga menyampaikan isi cerita dengan ekspresi, intonasi, serta kemampuan bertutur yang menarik. Peserta tampil dengan berbagai cerita tentang sejarah dan konten lokal Ponorogo. Seusai penampilan, peserta juga diuji pemahamannya melalui pertanyaan dari dewan juri seputar isi dan amanat cerita. Juri dalam kegiatan ini terdiri dari kak Ucon seorang pendongeng nasional, Kak Vita Pustakawan , dan Kak Ima Pendongeng serta dosen PAUD UMPO.

Kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan keberanian dan kreativitas yang luar biasa dalam membawakan cerita, menjadikan lomba ini sebagai ajang yang tak hanya kompetitif, tetapi juga edukatif. Di akhir kegiatan, diumumkan enam peserta terbaik yang terdiri dari tiga juara utama dan tiga juara harapan. Sebelum pengumuman, Kak Ucon menyampaikan bahwa semua peserta adalah pemenang karena telah berani tampil dan menyampaikan cerita dengan cara mereka masing-masing. Para pemenang berhak mendapatkan piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan bakat mereka dalam bertutur.

Berikut nama-nama pemenang kegiatan Lomba Bertutur tahun 2025:

  1. Juara 1 Riva Nur Sovia Juliani Putri dari SDN 5 Krebet mendapatkan  piala, sertifikat dan uang pembinaan sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah.
  2. Juara 2 Aqila Zahwa Hanisa Zahin dari SDN Nongkodono mendapatkan piala, sertifikat dan uang pembinaan sebesar satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah.
  3. Juara 3 Alexandriana Indarto dari SDN 1 Karanglolor mendapatkan piala, sertifikat dan uang pembinaan sebesar satu juta rupiah.
  4. Harapan 1 Cinta Putri Pratama dari SDN 1 Slahung mendapatkan piala, sertifikat dan uang pembinaan sebesar tujuh ratus lima puluh ribu rupiah.
  5. Harapan 2 Iffa Ataya Anindya dari SDN Singkil mendapatkan piala, sertifikat dan uang pembinaan sebesar lima ratus ribu rupiah.
  6. Harapan 3 Alchayra Beryl Zaskirana mendapatkan piala, sertifikat dan uang pembinaan sebesar tiga ratus ribu rupiah.

Copywriter ela, Editor NVS, Photo Taufiq Adyathsa