Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten menyelenggarakan lomba menulis tingkat SD

Seluruh peserta lomba dan kunjungan perpustakaan bersama panitia lomba

Ponorogo – Tawa ceria anak-anak menghiasi aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo pada Rabu (15.05.2019), Anak-anak siswa-siswi MI Muhammadiya 11 Secinde Ronowijayan Siman ini berkunjung ke Perpustakaan untuk memperkenalkan perpustakaan dan mengkampanyaken budaya baca bagi anak-anak. Pada kunjungan kali ini anak-anak diajarkan untuk membaca buku baik cetak maupun digital dan kemudian diadakan lomba menulis untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dan siswi.

Penyerahan hadiah pemenang oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Ponorogo

Kegiatan lomba menulis bagi siswa siswi MI yang diikuti oleh 27 Siswa dari MI Muhammadiyah 11 Secinde Ronowijayan Siman ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo bekerjasama dengan Komunitas Bukalapak Ponorogo. Pada lomba kali ini tim penilai terdiri dari 3 orang juri yaitu Pustawakan ahli madya pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo RATNA WIDJAJANTI, ST, MM, Kepala Sekolah MI Muhammadiyah 11 Secinde Ronowijayan Siman AMIRULWATI, S.Pd.I dan ketua komunitas Bukalapak Ponorogo SRI WAHYUNI. Dan dari keputusan dewan juri maka diperoleh hasil sbb:

Juara 1 ILLA NUR LAILI

Juara 2 ACHMAD MUMTAZ SUCIPTO

Juara 3 ANDHIK WIDATAMA

Siswa dan Siswi MI Muhammadiyah 11 Secinde sedang memanfaatkan layanan TIK di perpustakaan

Program kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo dalam melaksanakan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, yang bertujuan untuk meningkatkan minat budaya baca bagi masyarakat khususnya pelajar, meningkatkan literasi informasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi dan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

 

[Berita ini ditulis oleh Nor Vita Sari , Photo Rarizal Hakim]

Lomba Bercerita Tingkat SD/MI se Kabupaten Ponorogo Tahun 2019

Peserta lomba bercerita Tingkat SD/MI Kabupaten Ponorogo

Ponorogo – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Ponorogo rutin menyelenggarakan lomba bercerita tingkat SD/MI se Kabupaten Ponorogo, pada tahun ini lomba bercerita diadakan di Gedung KORPRI Kabupaten Ponorogo Senin (29.04.2019) dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Ponorogo serta diikuti oleh 21 peserta yang masing-masing mewakili SD/MI dari 21 kecamatan di Kabupaten Ponorogo. Dengan ceria dan antusias siswa/siswi SD/MI membawakan cerita yang bersumber dari  buku cerita rakyat/ budaya (bukan fable) budaya lokal Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini rutin dilaksanakan dengan tujuan untuk menumbuh kembangkangkan budaya gemar membaca melalui berbagai bacaan untuk menambah cinta budaya baca, menumbuh kembangkan budaya gemar membaca pada anak-anak terhadap buku-buku cerita dan menumbuh kembangkan kecintaan anak-anak akan budaya daerah.

Penyerahan trophy / piala kepada pemenang lomba oleh panitia penyelenggara

Ada 6 orang pemenang pada lomba bercerita tingkat SD/MI se – kabupaten Ponorogo tahun ini,  Juara 1 dimenangkan oleh Sekar Valentina Putri nagita dari SDN 1 Kalisat Bungkal dengan skor 927, kemudian disusul oleh Zahrotusiffa Mutiara Firdaus dari SDN Singkil Balng dengan skor 925, dan Juara 3 diraih oleh Aqela Naura Adistya dari SDN Campursari Sambit dengan skor 923, sedangkan juara Harpan 1 diraih oleh Auriya Az Zahra dari SDN 1 Wonoketro Jetis, Harpan 2 diraih oleh  Yehezkiel meanno Satriawan dari SDN Mangkujayan 1 Ponorogo dan terakhir juara harapan 3 diraih oleh Dwi Ayu Amelia Sari dari SDN 1 Sawoo. Peraih juara 1 dalam lomba ini akan dikirim untuk mengikuti lomba bercerita SD/MI ke tingkat Provinsi jawa Timur, diharapkan Kabupaten Ponorogo dapat berprestasi ditingkat Provinsi dan Nasional.

 

[Berita ini ditulis oleh Nor Vita Sari, Sumber: Bidang Layanan dan informasi, Photo Taufiqur Rohman]

 

Workshop Pengawasan Kearsipan Internal Kabupaten Ponorogo

Workshop Pengawasan Kearsipan

Ponorogo – Dalam rangka mewujudkan budaya tertib arsip melalui audit dan pengawasan kearsipan, terlaksananya audit kearsipan internal oleh tim pengawas kearsipan secara efektif dan efisien serta terkelolanya arsip dilingkungan OPD secara prosedural dan sistimatis, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan workshop pengawasan kearsipan internal Kabupaten Ponorogo Kamis (02.05.2019) di hotel Maesa Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 82 A Ponorogo. Pada kegiatan ini hadir narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Wahyu Setiawan, SH, MH dan diikuti oleh 59 peserta dari beberapa OPD yang ada di Kabupaten Ponorogo. Pada kesempatan ini peserta dibekali dengan beberpa materi yaitu pengawasan sistem kearsipan internal, pengawasan penyelamatan arsip aktif, pengawasan penyelamatan arsip statis internal dan verivikasi hasil pengawasan kearsipan internal.

Peserta workshop Pengawasan Kearsipan sedang serius mengikuti setiap materi yang diberikan

Dalam sambutannya Asisten Admisnistrasi Umum Kabupaten Ponorogo Drs Ec H Syaifur Rachman MM menyatakan bahwa untuk menjamin penyelenggaraan kearsipan baik ditingkat pusat maupun daerah agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku perlu dilaksanakan pengawasan kearsipan. pengawasan terhadap penyelenggaraan kearsipan di tingkat Kabupaten dilakukan dengan audit kearsipan internal melalui proses identifikasi masalah, analisis dan evaluasi bukti yang dilakukan secara independen obyektif dan profesional, kredibilitas, efisiensi dan keandalan penyelenggaraan kearsipan.

Adanya kegiatan workhsop ini diharapkan pelasanaan pengawasan dan audit kearsipan internal untuk menciptakan tertib arsip dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah serta penyelamatan arsip sebagai memori kolektif bangsa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo dapat berjalan dengan baik.

 

[Berita ini ditulis oleh Nor Vita Sari, Sumber : Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, Photo: Taufiqur Rohman]

Sosialisasi/Penyuluhan Kearsipan di Lingkungan Instansi Pemerintah / Swasta Dengan Tema Penanganan Arsip Daerah Rawan Bencana

Sosialisasi/Penyuluhan Dilingkungan Instansi Pemerintah

Ponorogo – Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan sosialisasi / penyuluhan kearsipan dilingkungan Instansi Pemerintah / swasta dengan tema penanganan arsip daerah rawan bencana pada hari Selasa (30/04/2019) di gedung KORPRI Kabupaten Ponorogo. Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Ponorogo Drs. Soedjarno, MM, narasumber acara adalah Drs. Bowo Herdianto, MM Kepala Seksi Pemeliharaan Dan Pelestarian Arsip Bidang Penyelamat Dan Pendayagunaan Kearsipan Provinsi jawa Timur dan dihadiri oleh 103 peserta dari Dinas/Instansi/ Bagian Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Kecamatan dan Desa yang terdampak bencana. Pada sambutannya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo Dewi Wuri Handayani, S.Sos menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman implementasi Peraturan kepala Arsip Nasional Republik Indonesia nomor 6 Tahun 2005 tentang pedoman perlindungan, penanganan dan penyelamatan dokumen / arsip nasional Republik Indonesia nomor 23 Tahun 2015 tentang perlindungan dan penyelamatan arsip bencana, menyamakan persepsi stakeholder dalam penanganan dan penyelamatan arsip yang terdampak bencana, serta meningkatkan pengetahuan stakeholder dalam penanganan dan penyelamatan arsip yang terdampak bencana.

Pemateri bersama Kepala Seksi Layanan dan Informasi Kearsipan

Mengingat pentingnya peranan arsip dalam kelangsungan hidup organisasi baik pemerintahan maupun swasta, sebagai daerah yang hampir setiap tahun terdampak bencana baik itu banjir maupun longsor maka perlu adanya pembekalan kepada Dinas, Instansi maupun Desa yang terdampak bencana untuk mempersiapkan diri untuk mencegah kerusakan terhadap arsip dan menanganinya dalam rangka penyelamatan arsip. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo terus mensosialisasikan gerakan sadar arsip karena dengan dispilin arsip maka informasi akan lebih mudah didapatkan untuk membantu dalam pengambilan keputusan, selain itu  arsip merupakan bentuk pertanggung jawaban serta menjadi alat transparansi birokrasi.

[Berita ini ditulis oleh Nor Vita Sari, Sumber Dra. Agus Sri Wahyuni, MM/Kasi Layanan arsip Disperpussip Ponorogo, Photo Taufiqur Rohman]