Tumbuhkan Minat Baca, 50 Siswa SD/MI Ikuti Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten Ponorogo 2026

PONOROGO – Guna menumbuhkembangkan minat baca sejak dini sekaligus mengenalkan kekayaan budaya lokal, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menggelar Lomba Bertutur bagi Siswa/Siswi SD/MI Tingkat Kabupaten Ponorogo Tahun Anggaran 2026.

Acara yang bersinergi dengan Perpustakaan Nasional RI ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 20–21 Mei 2026, bertempat di Aula SMKN 1 Jenangan. Sebanyak 50 peserta dari berbagai SD/MI se-Kabupaten Ponorogo tampak antusias unjuk kebolehan dalam menyampaikan cerita-cerita menarik.

Sebelum kompetisi dimulai, acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Layanan dan Informasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, Sari Windrawati, S.Sos., M.M.

Gambar 1 – Salah satu peserta sedang membawakan cerita lokal Ponorogo

Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya mengenalkan identitas budaya lokal kepada generasi muda melalui media tutur. Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh Perwakilan beberapa Kepala Dinas Kabupaten Ponorogo, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD), Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI), Perwakilan komunitas literasi di Kabupaten Ponorogo

Untuk menjaga objektivitas dan kualitas kompetisi, panitia menghadirkan tiga juri yang sudah sangat akrab di dunia anak-anak dan literasi Ponorogo, yaitu Kak Ucon – Pendongeng nasional asal Ponorogo, Kak Vita – Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo dan Kak Ima – Pendongeng kesayangan anak-anak Ponorogo. Penguasaan panggung hingga teknik bercerita menjadi poin krusial dalam penilaian. Ketiga juri tersebut menilai penampilan para peserta secara ketat berdasarkan beberapa kriteria utama, mulai dari teknik bercerita, penguasaan materi, hingga kemampuan performa secara umum.

Kompetisi ini menjaring enam pemenang terbaik yang dinilai berhasil membawakan cerita lokal dengan penghayatan paling maksimal. Sebagai apresiasi atas bakat dan kerja keras mereka, para pemenang berhak membawa pulang hadiah menarik berupa trofi penghargaan, piagam penghargaan dan uang pembinaan dengan total Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).

Copywriter Vitasa / Photo Taufiq Adhyatsa – Muhammad Aditya

PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA BERTUTUR BAGI SISWA/SISWI SD/MI TINGKAT KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2026

PEMENANG LOMBA BERTUTUR BAGI SISWA/SISWI SD/MITINGKAT KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2026

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, dan Salam Sejahtera bagi Kita Semua.

Salam Literasi!

Yth. Bapak/Ibu Kepala Sekolah, Guru Pendamping, Orang Tua Wali Murid, serta seluruh Siswa/Siswi Peserta Lomba Bertutur SD/MI Tingkat Kabupaten Ponorogo Tahun 2026 yang kami banggakan.

Kami mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas partisipasi dan penampilan luar biasa dari seluruh peserta dalam rangkaian Lomba Bertutur Bagi Siswa SIswi SD/MITingkat Kabupaten Ponorogo Tahun 2026. Bakat, kreativitas, dan antusiasme yang ditunjukkan oleh para generasi muda ini merupakan bukti nyata bangkitnya budaya literasi di Kabupaten Ponorogo.

Berdasarkan hasil penilaian yang obyektif dan menyeluruh, Tim Dewan Juri telah merumuskan keputusan akhir. Pemenang Lomba Bertutur ditetapkan sah secara hukum berdasarkan Berita Acara Pememanag Lomba Bertutur Bagi Siswa/Siswi SD/MI Tingkat Kabupaten Ponorogo Tahun 2026. Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Berikut adalah daftar pemenang Lomba Bertutur Bagi Siswa/Siswi SD/MI Tingkat Kabupaten Ponorogo Tahun 2026:

DAFTAR PEMENANG LOMBA

JuaraNo PesertaNama PesertaAsal SekolahNilai
JUARA I08MUHAMMAD ARSYAD NAWAWISD MA’ARIF PONOROGO270
JUARA II11RADINKA SERADA PUTRISDN 1 MANGKUJAYAN266
JUARA III09GENDHIS SRIWIRATIHSD NEGERI 1 PLALANGAN251
JUARA HARAPAN I23GUMARA HAFIDZ ERDIANSYAHSD NEGERI 1 WATUBONANG250
JUARA HARAPAN II02SYAFIQA HAAFIZHAH PRASETIYASDN 3 PULUNG243
JUARA HARAPAN III24HAMDA SAKHIA RAMADHANISD NEGERI KEPATIHAN239

Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang yang telah berhasil mengukir prestasi. Bagi peserta yang belum berhasil meraih juara pada kesempatan ini, kami berharap amanat literasi ini tidak berhenti di sini. Teruslah mengasah bakat, gemar membaca, dan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar.

Informasi mengenai teknis penyerahan hadiah, trofi, dan piagam penghargaan akan dilaksanakan pada saat acara puncak festival literasi, informasi selengkapnya akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh panitia melalui Group Lomba Bertutur 2026

Demikian pengumuman ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu serta adik-adik sekalian, kami ucapkan terima kasih.

Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Lestarikan Kearifan Lokal melalui Tulisan: Dinas Perpustakaan Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal

Ponorogo – Dalam upaya memperkuat identitas daerah dan meningkatkan literasi masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan program Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal. Program ini dirancang untuk menjaring bakat-bakat penulis di wilayah Kabupaten Ponorogo guna mengalihmediakan tradisi lisan dan kearifan lokal ke dalam bentuk karya tulis yang berkualitas.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar pelatihan teknis, namun memiliki misi besar dalam menciptakan ekosistem kepenulisan yang berkelanjutan di daerah. Terdapat empat tujuan utama dalam pelaksanaan Bimtek ini yaitu peningkatan kompetensi untuk mengasah kapasitas penulis pemula agar mampu menghasilkan karya yang standar, pelestarian budaya untuk menambah jumlah penulis kreatif yang fokus pada isu kearifan lokal, pengembangan koleksi untuk memperkaya koleksi konten lokal Ponorogo melalui buku-buku berbasis budaya lokal Ponorogo dan sinergi komunitas yaitu menciptakan jejaring penulis yang solid di Kabupaten Ponorogo.

Gambar 1 – Narasumber menyampaikan materi

Penyelenggaraan kegiatan dibagi menjadi tiga fase utama yaitu pertama adalah Fase Pra-Inkubasi (Persiapan), tahap ini adalah tahap seleksi ketat melalui penjaringan naskah mulai 25 Februari s.d 08 April 2026. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo  mengumumkan pendaftaran melalui media massa dan media sosial, termasuk kolaborasi dengan Perpusnas Press. Naskah yang masuk dinilai berdasarkan orisinalitas (bebas plagiasi dan AI), kesesuaian tema, serta kerapian mekanis penulisan, dilanjutkan dengan Fase Inkubasi (Pelaksanaan), pada fase ini peserta yang lolos mengikuti Bimtek intensif sebanyak tiga kali pertemuan, yaitu tanggal 27 s.d 29 April 2026. Mereka akan dibimbing langsung oleh pakar budaya dan praktisi kepenulisan profesional.dan fase terakhir adalah Fase Pasca-Inkubasi (Diseminasi): Karya-karya terbaik peserta dibukukan, diterbitkan secara digital maupun cetak melalui Perpusnas Press, dan disebarluaskan kepada publik.

Gambar 2 – Peserta aktif bertanya pada sesi disekusi dan tanya jawab

Untuk memastikan kualitas naskah, peserta mendapatkan materi mendalam yang meliputi:

  1. Pengantar Budaya & Tradisi Lisan yaitu membedah kekayaan lokal yang layak diangkat menjadi tulisan.
  2. Teknik Penulisan Kreatif yaitu Pelatihan penulisan esai, artikel ilmiah populer, dan strategi peningkatan kualitas naskah.
  3. Gaya Selingkung & Penerbitan yaitu memahami teknis pengemasan naskah hingga siap naik cetak.

Kegiatan ini akan menghadirkan narasumber berkompeten, mulai dari tokoh budaya lokal hingga praktisi penerbitan yang memiliki portofolio mumpuni di bidangnya, pemateri adalah Bapak Muhammad Masrofiqi Maulana. M.Ag, Dr. Alip Sugianto, M.Hum, dan Yolan Priatna, SIIP, MA

Program ini terbuka bagi minimal 50 peserta yang terdiri dari unsur Pustakawan, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, pelajar/mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki minat besar pada dunia literasi.

Seluruh rangkaian kegiatan ditargetkan berlangsung efektif dalam kurun waktu April hingga Juni, mulai dari tahap publikasi, pendampingan teknis, hingga proses penerbitan buku.

Copywriter Vitasa

Photo Taufiq Adhyatsha

Perkuat Ekosistem Digital, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Ponorogo Gelar Bimtek Literasi Informasi bagi Pustakawan, Pengelola Perpustakaan, Guru dan Pegiat Literasi

PONOROGO – Dalam upaya membangun masyarakat yang cerdas dan kritis di tengah banjir informasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menyasar 150 peserta dari berbagai sektor strategis literasi di Kabupaten Ponorogo.

Pelaksanaan Bimtek dibagi menjadi tiga gelombang untuk memastikan materi tersampaikan secara intensif dan tepat sasaran, gelombang satu dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal, 21 April 2026 diikuti oleh 50 pustakawan dan pengelola perpustakaan, gelombang kedua dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 22 April 2026 diikuti oleh 50 pegiat literasi dari berbagai komunitas. Dan gelombang ketiga dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 23 April 2026 diikuti oleh 50 tenaga pendidik atau guru.

Gambar 2 – Pemateri memberikan penjelasan tentang pentingnya literasi informasi

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menghadirkan dua narasumber ahli untuk memberikan pembekalan komprehensif, yaitu Bapak Oki Cahyo Nugroho, S.Sn., M.I.Kom. (Jurnalis & Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Ponorogo), yang membedah sisi etika komunikasi dan penyampaian informasi. Dan Bapak Yolan Priatna, S.IIP., M.A. (Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam & Kepala LPP UMPO), yang berfokus pada teknis penelusuran serta manajemen sumber informasi.

Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal mendalam mengenai kemampuan mengenali kebutuhan informasi, teknik penelusuran yang akurat, hingga evaluasi dan pemanfaatan sumber informasi yang relevan. Dengan pembekalan ini, para peserta diharapkan mampu mengelola dan membimbing masyarakat maupun peserta didik dalam menggunakan informasi secara kritis, etis, dan efektif.

Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo Bapak Drs. Nurhadi Hanuri , M.M. menekankan bahwa peran peserta sangat vital sebagai garda terdepan literasi, Pustakawan diharapkan semakin kuat sebagai pengelola sumber informasi yang kredibel, Guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran berbasis informasi yang inovatif., dan Pegiat Literasi bertindak sebagai agen perubahan (agent of change) yang memberdayakan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Gambar 3 – Peserta penuh antusia mengikuti rangkaian pembelajaran

Selain peningkatan kapasitas individu, Bimtek ini dirancang untuk mendorong kolaborasi lintas profesi. Sinergi antara pustakawan, guru, dan pegiat literasi diharapkan mampu menciptakan ekosistem literasi informasi yang kuat, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan zaman.

Melalui bimbingan teknis ini, Kabupaten Ponorogo optimis dapat mewujudkan masyarakat yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga cakap dalam memilah informasi di era digital.

Pelaksanaan Bimtek ini merupakan salah satu bentuk nyata optimalisasi Dana Alokasi Khusus Non Fisik (DAK-NF) dari Perpustakaan Nasional RI. Dengan adanya dukungan anggaran ini, diharapkan kualitas sumber daya manusia di bidang literasi di daerah dapat terus meningkat, sejalan dengan visi mencerdaskan kehidupan bangsa melalui akses informasi yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Diharapkan setelah mengikuti bimbingan teknis ini, para peserta dapat langsung mengimplementasikan strategi pengelolaan informasi yang tepat guna di unit kerja maupun komunitas masing-masing, demi menciptakan masyarakat Ponorogo yang lebih literat dan kritis.

Copywriter Vitasa / Foto Taufiq Adhyatsa