Lestarikan Kearifan Lokal melalui Tulisan: Dinas Perpustakaan Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal

Ponorogo – Dalam upaya memperkuat identitas daerah dan meningkatkan literasi masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan program Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal. Program ini dirancang untuk menjaring bakat-bakat penulis di wilayah Kabupaten Ponorogo guna mengalihmediakan tradisi lisan dan kearifan lokal ke dalam bentuk karya tulis yang berkualitas.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar pelatihan teknis, namun memiliki misi besar dalam menciptakan ekosistem kepenulisan yang berkelanjutan di daerah. Terdapat empat tujuan utama dalam pelaksanaan Bimtek ini yaitu peningkatan kompetensi untuk mengasah kapasitas penulis pemula agar mampu menghasilkan karya yang standar, pelestarian budaya untuk menambah jumlah penulis kreatif yang fokus pada isu kearifan lokal, pengembangan koleksi untuk memperkaya koleksi konten lokal Ponorogo melalui buku-buku berbasis budaya lokal Ponorogo dan sinergi komunitas yaitu menciptakan jejaring penulis yang solid di Kabupaten Ponorogo.

Gambar 1 – Narasumber menyampaikan materi

Penyelenggaraan kegiatan dibagi menjadi tiga fase utama yaitu pertama adalah Fase Pra-Inkubasi (Persiapan), tahap ini adalah tahap seleksi ketat melalui penjaringan naskah mulai 25 Februari s.d 08 April 2026. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo  mengumumkan pendaftaran melalui media massa dan media sosial, termasuk kolaborasi dengan Perpusnas Press. Naskah yang masuk dinilai berdasarkan orisinalitas (bebas plagiasi dan AI), kesesuaian tema, serta kerapian mekanis penulisan, dilanjutkan dengan Fase Inkubasi (Pelaksanaan), pada fase ini peserta yang lolos mengikuti Bimtek intensif sebanyak tiga kali pertemuan, yaitu tanggal 27 s.d 29 April 2026. Mereka akan dibimbing langsung oleh pakar budaya dan praktisi kepenulisan profesional.dan fase terakhir adalah Fase Pasca-Inkubasi (Diseminasi): Karya-karya terbaik peserta dibukukan, diterbitkan secara digital maupun cetak melalui Perpusnas Press, dan disebarluaskan kepada publik.

Gambar 2 – Peserta aktif bertanya pada sesi disekusi dan tanya jawab

Untuk memastikan kualitas naskah, peserta mendapatkan materi mendalam yang meliputi:

  1. Pengantar Budaya & Tradisi Lisan yaitu membedah kekayaan lokal yang layak diangkat menjadi tulisan.
  2. Teknik Penulisan Kreatif yaitu Pelatihan penulisan esai, artikel ilmiah populer, dan strategi peningkatan kualitas naskah.
  3. Gaya Selingkung & Penerbitan yaitu memahami teknis pengemasan naskah hingga siap naik cetak.

Kegiatan ini akan menghadirkan narasumber berkompeten, mulai dari tokoh budaya lokal hingga praktisi penerbitan yang memiliki portofolio mumpuni di bidangnya, pemateri adalah Bapak Muhammad Masrofiqi Maulana. M.Ag, Dr. Alip Sugianto, M.Hum, dan Yolan Priatna, SIIP, MA

Program ini terbuka bagi minimal 50 peserta yang terdiri dari unsur Pustakawan, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, pelajar/mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki minat besar pada dunia literasi.

Seluruh rangkaian kegiatan ditargetkan berlangsung efektif dalam kurun waktu April hingga Juni, mulai dari tahap publikasi, pendampingan teknis, hingga proses penerbitan buku.

Copywriter Vitasa

Photo Taufiq Adhyatsha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *