
PONOROGO – Dalam upaya membangun masyarakat yang cerdas dan kritis di tengah banjir informasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menyasar 150 peserta dari berbagai sektor strategis literasi di Kabupaten Ponorogo.
Pelaksanaan Bimtek dibagi menjadi tiga gelombang untuk memastikan materi tersampaikan secara intensif dan tepat sasaran, gelombang satu dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal, 21 April 2026 diikuti oleh 50 pustakawan dan pengelola perpustakaan, gelombang kedua dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 22 April 2026 diikuti oleh 50 pegiat literasi dari berbagai komunitas. Dan gelombang ketiga dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 23 April 2026 diikuti oleh 50 tenaga pendidik atau guru.

Gambar 2 – Pemateri memberikan penjelasan tentang pentingnya literasi informasi
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menghadirkan dua narasumber ahli untuk memberikan pembekalan komprehensif, yaitu Bapak Oki Cahyo Nugroho, S.Sn., M.I.Kom. (Jurnalis & Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Ponorogo), yang membedah sisi etika komunikasi dan penyampaian informasi. Dan Bapak Yolan Priatna, S.IIP., M.A. (Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam & Kepala LPP UMPO), yang berfokus pada teknis penelusuran serta manajemen sumber informasi.
Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal mendalam mengenai kemampuan mengenali kebutuhan informasi, teknik penelusuran yang akurat, hingga evaluasi dan pemanfaatan sumber informasi yang relevan. Dengan pembekalan ini, para peserta diharapkan mampu mengelola dan membimbing masyarakat maupun peserta didik dalam menggunakan informasi secara kritis, etis, dan efektif.
Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo Bapak Drs. Nurhadi Hanuri , M.M. menekankan bahwa peran peserta sangat vital sebagai garda terdepan literasi, Pustakawan diharapkan semakin kuat sebagai pengelola sumber informasi yang kredibel, Guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran berbasis informasi yang inovatif., dan Pegiat Literasi bertindak sebagai agen perubahan (agent of change) yang memberdayakan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Gambar 3 – Peserta penuh antusia mengikuti rangkaian pembelajaran
Selain peningkatan kapasitas individu, Bimtek ini dirancang untuk mendorong kolaborasi lintas profesi. Sinergi antara pustakawan, guru, dan pegiat literasi diharapkan mampu menciptakan ekosistem literasi informasi yang kuat, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan zaman.
Melalui bimbingan teknis ini, Kabupaten Ponorogo optimis dapat mewujudkan masyarakat yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga cakap dalam memilah informasi di era digital.
Pelaksanaan Bimtek ini merupakan salah satu bentuk nyata optimalisasi Dana Alokasi Khusus Non Fisik (DAK-NF) dari Perpustakaan Nasional RI. Dengan adanya dukungan anggaran ini, diharapkan kualitas sumber daya manusia di bidang literasi di daerah dapat terus meningkat, sejalan dengan visi mencerdaskan kehidupan bangsa melalui akses informasi yang berkualitas dan bertanggung jawab.
Diharapkan setelah mengikuti bimbingan teknis ini, para peserta dapat langsung mengimplementasikan strategi pengelolaan informasi yang tepat guna di unit kerja maupun komunitas masing-masing, demi menciptakan masyarakat Ponorogo yang lebih literat dan kritis.
Copywriter Vitasa / Foto Taufiq Adhyatsa