
Ponorogo – Suasana ceria mewarnai Perpustakaan Daerah Ponorogo pada hari Selasa (16/9/2025) saat digelar kegiatan memperingati Hari Kunjung Perpustakaan. Acara ini diikuti oleh Siswa-Siswi SDN 2 Tajug Ponorogo, yang sejak pagi sudah hadir memenuhi tempat kegiatan.
Momentum Hari Kunjung Perpustakaan ini menjadi sarana efektif untuk menghidupkan semangat literasi di kalangan anak-anak. Melalui kombinasi hiburan, edukasi, dan kreativitas, perpustakaan diharapkan mampu mencetak generasi pembaca yang kritis, berkarakter, serta mampu membawa nilai-nilai kearifan lokal ke masa depan.
Kegiatan diawali dengan ice breaking yang membuat para siswa lebih bersemangat dan akrab dengan suasana perpustakaan. Gelak tawa pun pecah ketika berbagai permainan interaktif dibawakan, mencairkan suasana sebelum memasuki acara inti.

Sesi mendongeng bersama Kak Ucon
Selanjutnya, Siswa-Siswi diajak menikmati dongeng yang dibawakan oleh pendongeng Nasional yaitu Muhammad Yusron atau akrab dipanggil Kak Ucon. Dengan gaya khas dan ekspresif, Kak Ucon berhasil memikat perhatian anak-anak, membuat mereka larut dalam cerita mengenai Da’tsur Sang Penunggang Kuda yang berniat untuk mencelakai Nabi Muhammad SAW. Nilai moral dan pesan positif yang dapat diambil dari cerita tersebut yaitu sesama manusia harus saling memaafkan, untuk berlangsungnya hidup yang damai dan tentram.

Unjuk bakat Siswa
Tidak hanya mendengarkan, beberapa peserta juga menunjukkan bakat mereka melalui pembacaan puisi dan menyanyi, suara lantang penuh percaya diri dari Siswa-Siswi SDN 2 Tajug Ponorogo membuat acara semakin meriah dan menyentuh. Kegiatan ini ditutup dengan aksi sulap yang tak kalah seru dipandu oleh Paman Rizal, membuat Siswa-Siswi semakin antusias dan bersemangat.
Acara ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan juga menjadi media edukatif yang mampu menanamkan kecintaan terhadap perpustakaan sejak usia dini. Melalui rangkaian kegiatan interaktif, dongeng, dan penampilan kreatif, Perpustakaan Daerah Ponorogo berhasil menghadirkan pengalaman berkesan yang diharapkan dapat menumbuhkan minat baca serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi generasi muda.
Copywriter Naza / Foto Sasmitha / Editor Vitasa