Launching Kegiatan Gerakan Bertutur Keliling, Game, Outbound dan Literasi Anak (GetukGolan)

Pemotongan tumpeng sebagai simbolis di-launchingnya kegiatan GetukGolan Oleh Bunda Literasi

Ponorogo – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo bekerja sama dengan Komunitas Dongeng Taman mengadakan kegiatan Gerakan Bertutur Keliling, Game, Outbound, dan Literasi Anak atau yang biasa disingkat “GetukGolan” pada Ahad (15/1) pukul 07.30 pagi. Kegiatan tersebut diadakan di Taman Kelono Sewandono Jl. Pramuka No.19 Ponorogo.

Kegiatan “GetukGolan” dihadiri oleh perwakilan lembaga kedinasan di Kabupaten Ponorogo, Perwakilan dari organisasi PKK Ponorogo dan segenap orang tua dan anak yang datang ke Taman Kelono Sewandono. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo juga turut mengundang Bunda Literasi Kabupaten Ponorogo Ibu Susilowati Sugiri Sancoko, untuk ikut serta memberikan sambutan dan menggerakkan masyrakat untuk lebih mencintai budaya membaca.

Kegiatan ini diawali dengan laporan panitia penyelenggara yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, Ibu Dewi Wuri Handayani, S.Sos., dilanjutkan dengan sambutan dan sekaligus me-launching kegiatan GetukGolan oleh Ibu Susilowati, S.E.

Anak-anak antusias mengikuti rangkaian acara bersama bunda literasi Kabupaten Ponorogo

Dalam sambutannya, Ibu Susilowati Sugiri Sancoko mengajukan pertanyaan yang menguji tingkat pendidikan literasi dalam lingkup keluarga.

“Para orang tua yang hadir, siapa disini yang kalo anaknya ulang tahun, memberi hadiah berupa buku? Siapa diantara ibu-ibu yang membacakan dongeng untuk anaknya sebelum tidur? Coba angkat tangan.” tutur Ibu Susilowati, S.E. yang biasa dikenal dengan “Bunda Literasi” tersebut.

Pertanyaan yang dilontarkan Ibu Susilowati, S.E. mendapat tanggapan dari para orang tua yang hadir berupa sedikitnya jumlah angkat tangan dari puluhan orang tua dalam acara tersebut, yang menandakan masih kurangnya tingkat pembudayaan literasi dalam lingkup keluarga.

Atas respons tersebut, Ibu Susilowati, S.E. berpesan kepada para orang tua agar meningkatkan pendidikan literasi untuk anak dalam lingkup keluarga, seperti dengan memulai mengajak anak pergi ke toko buku untuk membeli buku yang disukai, mengajak anak untuk mengunjungi perpustakaan, dan membacakan buku kepada anak diwaktu tertentu.

Setelah sambutan ibu Susilowati, S.E., panitia mengadakan sesi foto bersama ibu Susilowati, S.E. dengan panitia penyelenggara dan segenap hadirin yang hadir, yang dilanjutkan dengan doa bersama sebelum dimulainya kegiatan inti.

Anak-anak turut serta mencoba melakukan percobaan bersama adik Nuha

Kegiatan inti diawali dengan beberapa dongeng untuk anak, seperti panggung boneka oleh kak Ucon, lalu ada panggung boneka oleh pak Udin dan cerita tentang Nabi Sulaiman A.S. oleh papa Sean. Kegiatan semakin meriah dengan hadirnya ilmuwan cilik yang menghadirkan berbagai macam percobaan oleh adik Nuha.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan games outbound bersama kak ucon, sulap dengan kak rizal dan pembagian hadiah oleh panitia penyelenggara kegiatan “GetukGolan”.

Copywritter Hamid / Foto Revydo & Taufiq Adyatsa

Mengisi liburan sekolah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo mengadakan Perpustakaan dan Dongeng Keliling di Agrowisata Mloko Jajar, Pupus, Ngebel.

Ponorogo – Untuk mengisi liburan sekolah akhir tahun 2022, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo melakukan kunjungan Perpustakaan dan Dongeng Keliling untuk para siswa-siswi SD Negeri 1 Pupus pada Rabu (28/12) pukul 09.00 pagi. 

Kegiatan Perpustakaan dan Dongeng Keliling yang diadakan di Agrowisata Mloko Jajar, Desa Wisata Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo tersebut dihadiri oleh 36 siswa dan 29 siswi SD Negeri 1 Pupus beserta para guru yang ikut mendampingi siswa-siswi dalam kegiatan perpustakaan dan dongeng keliling tersebut. 

Bapak Sijo selaku Kepala Desa Pupus memberikan apresiasi terhadap kunjungan tersebut dengan turut hadir dan mengawasi jalannya kegiatan perpustakaan dan dongeng keliling tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa-siswi SD Negeri 1 Pupus diajak untuk memanfaatkan berbagai macam fasilitas yang disediakan oleh tim perpustakaan keliling, seperti buku-buku bacaan anak, tab edukasi, video dongeng, serta berbagai macam kuis. Tim perpustakaan keliling memberikan hadiah bagi para siswa-siswi yang dapat menjawab kuis yang diberikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu menumbuhkan minat baca siswa-siswi sedari dini dan agar dapat mengisi liburan para siswa dengan kegiatan yang bermanfaat.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi perfotoan bersama para siswa-siswi SD Negeri 1 Pupus beserta para guru pembimbing, tim perpustakaan keliling dan juga bapak kepala desa pupus.

copywriter Hamid / Photo Revydo

Tim Layanan Perpustakaan Memperingati Hari Ibu Bersama Panti Asuhan Sulaiman Dahlan

Ponorogo – Dalam rangka memperingati hari ibu dan juga meningkatkan minat baca di kalangan anak-anak asuh LKSA Kabupaten Ponorogo, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo mengadakan kegiatan perpustakaan kelilingdi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Sulaiman Dahlan, Plalangan – Jenangan – Ponorogo, Jum’at (23/12) Pukul 08.30 pagi.

Kegiatan yang diadakan di halaman Masjid Baitul Akbar tersebut disambut dengan hangat oleh anak-anak asuh dan para pengurus LKSA Sulaiman Dahlan. Acara tersebut diawali dengan sambutan oleh Ketua LKSA bapak Drs. Sarlan Alfaridzi dan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo.

Dalam sambutannya, bapak Drs. Sarlan Alfaridzi mengingatkan anak-anak asuh LKSA Sulaiman Dahlan Ponorogo untuk gemar membaca.

“Program ini untuk meningkatkan literasi, untuk membuat reading habit atau hubbul-qiro’ah. dan jika kalian ingin pintar, maka kalian harus gemar membaca” Tutur Pak Sarlan, sapaan akrab Ketua LKSA Sulaiman Dahlan Ponorogo tersebut.

Pak Sarlan juga berkesempatan untuk menjelaskan perbedaan reading habit orang Indonesia dengan orang Jepang.

“Orang Jepang paling rajin baca, bahkan ketika di kereta dan bahkan antri sekalipun, orang Jepang menyempatkan untuk membaca. mereka membaca dan bisa menyimpulkan apa yang telah mereka baca. sedangkan orang Indonesia, membaca saja belum tentu, apalagi menyimpulkan.” terang Pak Sarlan.

Bu Agus sebagai perwakilan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, turut memberikan kata sambutan guna mengingatkan para anak-anak asuh LKSA Sulaiman Dahlan Ponorogo agar rajin membaca, terkhusus bagi anak-anak perempuan karena mereka adalah “sekolah pertama” bagi putra-putri mereka kelak.

“Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Ibu, Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. dan di dalam hadits, Ibu disebutkan 3 kali baru ayah. maka, walaupun perempuan, kalian juga harus rajin membaca, rajin belajar, karena kelak kalian akan menjadi sekolah pertama bagi anak-anak kalian. itulah peran seorang Ibu” terang Bu Agus.

Di penghujung kegiatan safari literasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo mengadakan kuis untuk para anak-anak asuh LKSA Sulaiman Dahlan Ponorogo, yang diakhiri dengan pembagian doorprize untuk para pemenang.

 

Coppywriter Mohammad Abdul Hamid Alfarizi / Photo Revydo Putra

Talkshow Literasi Budaya “Seni Reog Ponorogo : Sejarah dan Dinamika Dari Waktu Ke Waktu”

Ponorogo – Dalam rangka memperkenalkan koleksi buku di Perpustakaan Daerah Ponorogo, khususnya koleksi buku tentang budaya Ponorogo atau disebut Ponorogo Corner, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo bekerjasama dengan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) menggelar acara “Talkshow Literasi Budaya” bagi perwakilan beberapa mahasiswa dari universitas di daerah Ponorogo, Kamis (08/12).

Talkshow yang digelar di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo tersebut, mengusung tema “Seni Reyog Ponorogo: sejarah dan dinamika dari waktu ke waktu” mampu menarik antusias para peserta untuk larut dalam menyelami setiap materi yang disampaikan oleh narasumber. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menghadirkan narasumber dari pengurus Yayasan Reyog Ponorogo yang mana juga seorang penulis buku “Seni Reyog Ponorogo, sejarah, nilai, dan dinamika dari waktu ke waktu”, bapak Dr. Rido Kurnanto, M.Ag. selaku Wakil Ketua I Yayasan Reyog Ponorogo yang sudah berpengalaman dalam sejarah kebudayaan daerah Ponorogo.

Dalam penuturannya, bapak Dr. Rido Kurnanto, M. Ag. memulai talkshow dengan menjelaskan sejarah awal mula kesenian Reog Ponorogo.

“Reyog ini bermula dari tokoh-tokoh warog Ponorogo, dan kebanyakan sudah sedho. sejarah tutur mengatakan bahwa keberadaan reyog bersamaan dengan kedatangan penduduk bumi Ponorogo itu sendiri. namun sejarah literasi mengatakan, sejak tahun 1919 keberadaan reyog Ponorogo sudah ada, akan tetapi baru didaftarkan ke daftar warisan tak benda Republik Indonesia pada tahun 2010 dan disetujui pada tahun 2013” Tutur Ustadz Rido, sapaan akrab Wakil Ketua I Yayasan Reyog Ponorogo tersebut.

Pada kesempatan tersebut pula, Ustadz Rido berkesempatan untuk meluruskan pandangan-pandangan yang salah diantara masyarakat terkait reyog khususnya tentang warok-warokan dan gemblak-gemblakan.

“Warok dan Gemblak berarti ada transfer ilmu antara Warok dengan asistennya yaitu Gemblak tadi, Warok dan Gemblak adalah budaya asli Ponorogo, kalo ada istilah warok-warokan atau gemblak-gemblakan itu hanya oknum saja. jadi jangan salah pandang tentang Warok dan Gemblak” Terang Ustadz Rido.

Suasana semakin meriah saat moderator memberikan kesempatan kepada para peserta untuk bertanya tentang apa saja yang berkaitan dengan budaya seni reyog ponorogo, dan disambut baik dengan serbuan pertanyaan. Sejumlah peserta melontarkan pertanyaan kepada narasumber secara bergantian, rasa ingin tahu mereka terbayarkan ketika mendapatkan jawaban dari narasumber secara langsung.

Di penghujung kegiatan talkshow, Ustadz Rido menyampaikan beberapa patah kata closing statement yang menandai berakhirnya sesi tanya jawab.

“Reyog Ponorogo ini sudah mendunia. Artinya, masyarakat internasional sudah mengakui dan mengapresiasi seni Reyog Ponorogo. maka harapanya, kesenian ini harus dilestarikan dan dikembangkan menuju arah yang lebih maju dan lebih unggul”, harap Ustadz Rido.

Copywiriter Mohammad Abdul Hamid Alfarizi

Photo Revydo Putra Perdana

SOSIALISASI APLIKASI SRIKANDI DI LINGKUP PEMKAB PONOROGO

Ponorogo – Asisten Administrasi Umum mewakili Bupati Ponorogo, Bapak Sapto, bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, Ibu Dewi Wuri Handayani, S.Sos., Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Ponorogo Bapak Bambang Suhendro, S.T., M.M., dan Narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia, Bapak Muhammad Solihin menghadiri sekaligus memberi sambutan pada acara Launching Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di Kabupaten Ponorogo.

Peluncuran SRIKANDI yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, dilaksanakan di Ruang Pertemuan, Gedung BAPPEDA Litbang Lantai 2, Rabu (07/12)

Turut hadir dalam acara peluncuran SRIKANDI di wilayah Kabupaten Ponorogo, Perwakilan dari kesekretariatan DPRD, Perwakilan Satpol-PP Ponorogo, Perwakilan Inspektorat Kabupaten Ponorogo, Perwakilan Kepala OPD di lingkup Pemkab Ponorogo, Perwakilan Camat se-Ponorogo, dan undangan lainnya.

Launching SRIKANDI dilaksanakan oleh Asisten Administrasi Umum Bapak Sapto yang mewakili Bupati Ponorogo, ditandai dengan mengucapkan basmalah bersama-sama serta mengetuk mic tiga kali.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, Ibu Dewi Wuri Handayani, S.Sos. menyampaikan beberapa kepentingan dari digitalisasi arsip, beberapa diantaranya adalah upaya melaksanakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkup Pemkab Ponorogo, mendukung upaya pelaksanaan kearsipan digital dan upaya pemerintah untuk mengurangi dokumen kertas (paperless)

Asisten Administrasi Umum mewakili Bupati Ponorogo, Bapak Sapto, atas nama Bupati Ponorogo sangat menyambut baik dan mengapresiasi launching penerapan SRIKANDI untuk segera diberlakukan di seluruh Pemerintahan Kabupaten Ponorogo, karena melalui penerapan SRIKANDI ini merupakan wujud penyelenggaraan kearsipan berbasis teknologi informasi komunikasi sehingga pengelolaan arsip lebih efektif dan efisien dalam proses administrasi pemerintahan, khususnya di lingkup Pemkab Ponorogo.

Lebih lanjut Bapak Sapto mengatakan di era globalisasi, lembaga pemerintahan harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi, apalagi sudah banyak teknologi yang mengunakan internet yang sangat memudahkan. maka dari itu sangatlah tepat kalau pengelolaan kearsipan harus mengikuti perkembangan zaman.

Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Ponorogo Bapak Bambang Suhendro, S.T., M.M., menjelaskan bahwa memasuki era sekarang, mau tidak mau digitalisasi akan terlaskana. hal itu dibuktikan dengan disosialisasikannya aplikasi SRIKANDI, yang salah satunya adalah mengupayakan dokumen paperless atau dokumen dengan lebih sedikit kertas. bahkan Bapak Bambang menjelaskan bahwa kedepannya, seluruh undangan softfile akan disepakati sebagai undangan resmi di lingkup pemerintahan.

Sementara Narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia, Bapak Muhammad Solihin menjelaskan secara rinci tujuan dari launching dan sosialisasi aplikasi SRIKANDI adalah menyelaraskan menyatukan persepsi serta memperluas pengetahuan atas aplikasi SRIKANDI yang nantinya akan diterapkan di lingkungan Pemkab Ponorogo. Membangun kesadaran pentingnya mengelola arsip secara elektronik, Membangun penyelenggaraan tertib arsip, untuk menjamin agar pencipta arsip di daerah dapat mewujudkan pengelolaan arsip yang lebih baik sesuai dengan prinsip, kaidah, standar kearsipan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada penghujung acara, Panitia Penyelenggara mengadakan sesi tanya jawab diantara Narasumber ANRI Bapak Muhammad Solihin dan Kepala OPD Ponorogo, agar sosialisasi Aplikasi SRIKANDI dapat dipahami dengan baik oleh para pemangku kepentingan di lingkup Pemkab Ponorogo, dan acara ditutup dengan sesi perfotoan bersama.

 

Reporter Mohammad Abdul Hamid Alfarizi

Photo Revydo Putra Perdana

Sambut Grebeg Suro dengan Bacaan Menarik, Bazar Buku Diva Press Hadir di Ponorogo

Ponorogo – Dalam rangka menyambut Grebeg Suro, Bazar Buku Diva Press, hadir di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan pada tanggal 18 Juli – 3 Agustus 2022. Disini anda akan menemukan berbagai pilihan bahan bacaan bagi semua genre. Acara ini merupakan bentuk kerjasama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dan Diva press.

Program-program menarik dalam Bazar Buku Diva Press menyambut Grebeg Suro ini akan membantu para penggemar buku untuk mewujudkan keinginannya akan bahan bacaan yang bermutu dengan harga yang terjangkau serta pilihan yang bervariasi.

Hadirnya bazar buku Diva Press kali ini merupakan sebuah momentum yang tepat untuk terus menggalakkan budaya membaca sejak dini, meningkatkan minat baca, serta menyediakan akses untuk memperoleh buku bacaan yang baik bagi semua kalangan sehingga dapat meningkatkan literasi dan mencerdaskan bangsa. [Hafidz]

 

Layanan Perpustakaan dan Dongeng Keliling ke MIN 7 Ponorogo

Keceriaan Sobat Pustaka MIN 7  Bersama Tim GEMBLAK (Gerakan Membaca Bercerita dan Literasi Anak Keliling)

Ponorogo – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo melakukan kunjungan Perpustakaan dan Dongeng Keliling ke Madrasah Ibtidaiyah Negeri 7 Ponorogo pada Senin (11/7). Sejumlah 194 siswa/siswi beserta para guru pendamping ikut meramaikan kegiatan perpustakaan dan dongeng keliling kali ini. Acara ini rutin diadakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo melalui bidang layanan perpustakaan dan kearsipan, guna meningkatkan minat baca anak usia dini yang rentan terhadap gawai, yang bisa menurunkan minat baca anak-anak.

Keseruan bermain kuis edukasi bersama Kak Agung

Pada kesempatan ini anak-anak diajak untuk memanfaatkan berbagai macam layanan perpustakaan, seperti buku bacaan anak, game edukasi dan dongeng, serta berbagai macam kuis berhadiah. Melalui layanan ini diharapkan bisa menumbuhkan minat baca anak-anak dan belajar tentang nilai kehidupan dan budaya.

Bapak Syamsul Huda selaku Kepala Sekolah MIN 7 Ponorogo memberikan apresiasi terhadap kunjungan wisata literasi ini. Beliau berharap kegiatan Perpustakaan dan Dongeng Keliling ini bisa rutin berkunjung ke sekolah ini. Beliau juga berkonsultasi dengan para pustakawan terkait akses Perpustakaan Online.

Mendongeng bersama Kak Hafidz

Kegiatan ini secara rutin diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, bagi sekolah yang berminat untuk mengadakan kunjungan perpustakaan dan dongeng keliling bisa mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo.

 

Berita & Foto Oleh Hafidz Ihsan @hafidzihsn

 

Pelatihan MC Temanten Adat Jawa

Pembukaan Acara Pelatihan MC Bahasa Jawa

Ponorogo – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan kegiatan Pelatihan MC Temanten Adat Jawa di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, Jl. Ir. Juanda 172 pada Selasa (5/7). Acara ini diselenggarakan secara gratis & terbuka untuk seluruh masyarakat Kabupaten Ponorogo. Pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan dari program perpustakaan berbasis inklusi sosial yang telah dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo sejak Tahun 2018.

Pemateri Dino JZ dan Ady Arsyad

Pada kegiatan kali ini, Dewi Wuri Handayani selaku Kepala Dinas Perpustakaan berkesempatan membuka acara pelatihan ini. Beliau menyampaikan betapa pentingnya acara ini diadakan untuk mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia di Ponorogo. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan dan sebagai upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Acara yang dimulai pukul 08.00 pagi hari ini, kemudian diisi oleh narasumber Dino JZ & Ady Arsyad yang merupakan seorang MC Temanten Adat Jawa yang telah berpengalaman. Pada kesempatan ini peserta diajarkan untuk memandu acara penggih temanten gagrak Ngayogyakarta.

Peserta Sekesama menyimak materi pelatihan

Acara yang diadakan secara gratis ini cukup menarik minat para masyarakat, sekitar 35 orang turut antusias dalam mengikuti acara ini dari awal sampai akhir. Kedepannya Dinas Perpustakaan akan lebih gencar lagi mengadakan acara pelatihan-pelatihan yang sekiranya penting dan dibutuhkan oleh masyarakat Kabupaten Ponorogo.

diharapkan dengan upaya-upaya yang telah dilakukan, masyarakat Kabupaten Ponorogo bisa lebih antusias dalam mengikuti kegiatan-kegiatan ini, dan dapat membuat masyarakat lebih tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan.

 

Berita ditulis oleh Agung Wicaksono [mahasiswa ilmu komunikasi Unida Gontor]

Photo Vitasa

MENUJU PONOROGO HEBAT BERBUDAYA LITERASI, KANG SUGIRI SANCOKO KUKUHKAN PENGURUS DAERAH GPMB DAN BUNDA LITERASI PERIODE 2022-2026.

PONOROGO. Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan, melaksanakan kegiatan pengukuhan Pengurus Daerah Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (PD GPMB) Kabupaten Ponorogo Periode 2022-2026, Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Ponorogo dan Pemberian Penghargaan kepada Penulis Konten Lokal dan Budaya Ponorogo pada Rabu, 08 Juni 2022 bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo .

Foto bersama Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo, beserta Bunda Literasi dan Pengurus PD GPMB Kab. Ponorogo

Pada kesempatan ini Kang Bupati Sugiri Sancoko secara langsung mengukuhkan Pengurus Daerah GPMB Kabupaten Ponorogo. Kepada Pengurus Daerah GPMB Kang Bupati Sugiri Sancoko berpesan untuk giat dan tulus mengemban amanah demi meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Ponorogo. Selain itu pada kesempatan yang sama Kang Bupati Sugiri Sancoko juga mengukuhkan Bunda Susilowati Sugiri Sancoko sebagai Bunda Literasi Kabupaten Ponorogo beserta Ibu-Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Se Kabupaten Ponorogo sebagai Bunda Literasi Tingkat Kecamatan. Melalui peran seorang bunda sebagai duta literasi di tingkat keluarga diharapkan mampu membangun budaya membaca pada anak-anak sehingga akan tebangun generasi yang literate.

Pengalungan Selempang Bunda Literasi Oleh Bupati Ponorogo

Selain itu Kang Bupati Sugiri Sancoko beserta Wakil Bupati Ponorogo Ibu Hj. Lisdyarita, S.H juga menyerahkan penghargaan kepada penulis konten lokal dan budaya ponorogo. Pemberian pengharagaan ini sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Ponorogo Kepada para penulis yang telah melahirkan karya-karya konten lokal ponorogo dan berkontribusi dalam melengkapi koleksi konten lokal dan budaya ponorogo di perpustakaan umum daerah Kabupaten Ponorogo.

Pemberian Penghargaan Kepada Penulis Konten Lokal Ponorogo dan Budaya Jawa

Pada sambupatanya Kang Bupati Sugiri Sancoko menyatakan bahwa, Ponorogo merupakan kota yang memiliki warisan budaya literasi yang kuat, hal ini dapat dilihat dari adanya Tegalsari yang dulu merupakan tempat rujukan literasi, dimana tegalsari menjadi pusat pendidikan dan pusat keagamaan bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya. Kang Bupati juga mengingatkan kepada masyarakat Ponorogo untuk kembali merujuk kepada Al-Qur’an bahwa perintah pertama dalam Al-Qur’an adalah “bacalah” atau perintah untuk membaca.

Hasto Hendarto Ketua PD GPMB Provinsi Jawa Timur yang hadir pada kesempatan ini, menjelaskan bahwa generasi muda akan mampu menyongsong masa depan yang lebih cemerlang melalui literasi. Ini sejalan dengan semangat perubahan menuju Ponorogo Hebat. Apalagi, literasi dalam perkembangannya bermakna semakin luas. Yatu, kedalaman seseorang atas sebuah pengetahuan untuk menciptakan suatu barang atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing global.

Penampilan Bertutur sebagai pembuka acara

Kegiatan ini berlangsung sangat meriah sekaligus penuh hikmat. Kegiatan diawali dengan penampilan dari Aya Chikamatzhu dan Nadia yang menampilkan tarian asli Ponorogo yaitu tari jathil dan dilanjutkan oleh penampilan bertutur oleh pemenang lomba bertutur Tingkat Kabupaten Ponorogo, Rusydan Briliant Akbar dari SD Muhammadiyah 1 Ponorogo, dengan judul cerita “Asal-usul Reog Ponorogo.”

Melalui sinergitas dari berbagai pihak diharapkan kedepan indeks literasi masyarakat Kabupaten Ponorogo semakin meningkat, dan siap menuju Ponorogo Hebat Berbudaya Literasi. (disperpusip/Vita/Tim Dok)

Lomba Bertutur Bagi Siswa-Siswi SD/MI Tingkat Kabupaten Ponorogo Tahun 2022

  Penampilan salah satu peserta lomba bertutur tingkat Kabupaten Ponorogo

 

Ponorogo – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo kembali menyelenggarakan kegiatan Lomba Bertutur Bagi Siswa-Siswi SD/MI Tingkat Kabupaten Ponorogo Tahun 2022. Kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap tahunnya sebagai salah satu upaya dalam menumbuh kembangkan minat dan budaya baca bagi anak-anak. Lomba bertutur ini diselenggarakan pada Rabu, 23 Maret 2022, di ballroom hotel amaris Ponorogo dan diikuti oleh 25 peserta dari SD/MI di wilayah Kabupaten Ponorogo, dengan mengusung tema cerita rakyat Ponorogo dan pahlawan nasional. Dalam Sambutannya Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, Ibu. Dewi Wuri Handayani, S.Sos menyampaikan, bahwa tema cerita rakyat, bermuatan lokal Ponorogo, yang mengandung nilai perjuangan, kepahlawanan atau legenda ini diambil dengan harapan anak-anak generasi penerus bangsa ini dapat mengenal budaya dan kearifan local sejak dini, dan lebih mengenal dan mencintai budaya daerahnya serta lebih luas lagi menanamkan cinta akan kebudayaan bangsa, persatuan dan kesatuan serta nasionalisme.

Pemenang Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten Ponorogo TA 2022

Pada kesempatan ini, juga hadir sebagai tamu undangan yaitu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Ketua K3S SD dan MI dan pemerhati literasi di wilayah Kabupaten Ponorogo. Untuk dapat menerapkan protokol kesehatan dengan tertib maka kegiatan ini dibagi menjadi 2 gelombang yaitu gelombang pertama hadir dan tampil pada pukul 09.00 s.d 12.00 WIB dan gelombang 2 hadir dan tampil pada pukul 13.00 s.d 15.30 WIB. Meskipun lomba dilaksanakan dengan menerapkan sistem bergelombang namun tidak menyurutkan semangat dan antusiasme peserta. Seluruh peserta tampil dengan sangat baik dan penuh semangat.

Dalam penilaian lomba kali ini terdapat 3 Juri sebagai tim penilai yang terdiri dari Kak Inge (Storryteller/pendongeng), Kak Arim Kamandaka (Pemerhati Literasi dan Budayawan) dan Kak Vita (Pustakawan). Dari hasil penilaian, terpilih 7 orang pemenang yaitu:

Juara 1 Rusydan Brilliant Akbar Nalendra Dari SD Muhammadiyah Ponorogo

Juara 2 Intan Rahma Juni Saputri dari SDN 3 Pulung

Juara 3 Shakayla Adzkiya El Queena Harfianto dari SDIT Qurrota A’yun

Juara Harapan 1 Mutiara Antika Putri Caesarea dari SDN Singkil

Juara Harapan 2 Lintang Pasha Aurela dari SDN 1 Karanglo Lor

Juara Harapan 3 Queensha Syadziyyuna Az-Zahra dari SDN 1 Balong

Juara Favorit Nayara Khaliqa Dzahin dari SDN 2 Kesugihan

Masing-masing pemenang berhak mendapatkan hadiah berupa trophy, piagam dan uang pembinaan, serta juara 1 tingkat Kabupaten Ponorogo berhak untuk mewakili Kabupaten Ponorogo maju ke tingkat Provinsi Jawa Timur.

 

Berita ditulis oleh Vitasa, Gambar oleh Taufiqur Rahman