Talkshow Literasi Budaya “Seni Reog Ponorogo : Sejarah dan Dinamika Dari Waktu Ke Waktu”

Ponorogo – Dalam rangka memperkenalkan koleksi buku di Perpustakaan Daerah Ponorogo, khususnya koleksi buku tentang budaya Ponorogo atau disebut Ponorogo Corner, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo bekerjasama dengan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) menggelar acara “Talkshow Literasi Budaya” bagi perwakilan beberapa mahasiswa dari universitas di daerah Ponorogo, Kamis (08/12).

Talkshow yang digelar di UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo tersebut, mengusung tema “Seni Reyog Ponorogo: sejarah dan dinamika dari waktu ke waktu” mampu menarik antusias para peserta untuk larut dalam menyelami setiap materi yang disampaikan oleh narasumber. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menghadirkan narasumber dari pengurus Yayasan Reyog Ponorogo yang mana juga seorang penulis buku “Seni Reyog Ponorogo, sejarah, nilai, dan dinamika dari waktu ke waktu”, bapak Dr. Rido Kurnanto, M.Ag. selaku Wakil Ketua I Yayasan Reyog Ponorogo yang sudah berpengalaman dalam sejarah kebudayaan daerah Ponorogo.

Dalam penuturannya, bapak Dr. Rido Kurnanto, M. Ag. memulai talkshow dengan menjelaskan sejarah awal mula kesenian Reog Ponorogo.

“Reyog ini bermula dari tokoh-tokoh warog Ponorogo, dan kebanyakan sudah sedho. sejarah tutur mengatakan bahwa keberadaan reyog bersamaan dengan kedatangan penduduk bumi Ponorogo itu sendiri. namun sejarah literasi mengatakan, sejak tahun 1919 keberadaan reyog Ponorogo sudah ada, akan tetapi baru didaftarkan ke daftar warisan tak benda Republik Indonesia pada tahun 2010 dan disetujui pada tahun 2013” Tutur Ustadz Rido, sapaan akrab Wakil Ketua I Yayasan Reyog Ponorogo tersebut.

Pada kesempatan tersebut pula, Ustadz Rido berkesempatan untuk meluruskan pandangan-pandangan yang salah diantara masyarakat terkait reyog khususnya tentang warok-warokan dan gemblak-gemblakan.

“Warok dan Gemblak berarti ada transfer ilmu antara Warok dengan asistennya yaitu Gemblak tadi, Warok dan Gemblak adalah budaya asli Ponorogo, kalo ada istilah warok-warokan atau gemblak-gemblakan itu hanya oknum saja. jadi jangan salah pandang tentang Warok dan Gemblak” Terang Ustadz Rido.

Suasana semakin meriah saat moderator memberikan kesempatan kepada para peserta untuk bertanya tentang apa saja yang berkaitan dengan budaya seni reyog ponorogo, dan disambut baik dengan serbuan pertanyaan. Sejumlah peserta melontarkan pertanyaan kepada narasumber secara bergantian, rasa ingin tahu mereka terbayarkan ketika mendapatkan jawaban dari narasumber secara langsung.

Di penghujung kegiatan talkshow, Ustadz Rido menyampaikan beberapa patah kata closing statement yang menandai berakhirnya sesi tanya jawab.

“Reyog Ponorogo ini sudah mendunia. Artinya, masyarakat internasional sudah mengakui dan mengapresiasi seni Reyog Ponorogo. maka harapanya, kesenian ini harus dilestarikan dan dikembangkan menuju arah yang lebih maju dan lebih unggul”, harap Ustadz Rido.

Copywiriter Mohammad Abdul Hamid Alfarizi

Photo Revydo Putra Perdana

SOSIALISASI APLIKASI SRIKANDI DI LINGKUP PEMKAB PONOROGO

Ponorogo – Asisten Administrasi Umum mewakili Bupati Ponorogo, Bapak Sapto, bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, Ibu Dewi Wuri Handayani, S.Sos., Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Ponorogo Bapak Bambang Suhendro, S.T., M.M., dan Narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia, Bapak Muhammad Solihin menghadiri sekaligus memberi sambutan pada acara Launching Penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di Kabupaten Ponorogo.

Peluncuran SRIKANDI yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, dilaksanakan di Ruang Pertemuan, Gedung BAPPEDA Litbang Lantai 2, Rabu (07/12)

Turut hadir dalam acara peluncuran SRIKANDI di wilayah Kabupaten Ponorogo, Perwakilan dari kesekretariatan DPRD, Perwakilan Satpol-PP Ponorogo, Perwakilan Inspektorat Kabupaten Ponorogo, Perwakilan Kepala OPD di lingkup Pemkab Ponorogo, Perwakilan Camat se-Ponorogo, dan undangan lainnya.

Launching SRIKANDI dilaksanakan oleh Asisten Administrasi Umum Bapak Sapto yang mewakili Bupati Ponorogo, ditandai dengan mengucapkan basmalah bersama-sama serta mengetuk mic tiga kali.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, Ibu Dewi Wuri Handayani, S.Sos. menyampaikan beberapa kepentingan dari digitalisasi arsip, beberapa diantaranya adalah upaya melaksanakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkup Pemkab Ponorogo, mendukung upaya pelaksanaan kearsipan digital dan upaya pemerintah untuk mengurangi dokumen kertas (paperless)

Asisten Administrasi Umum mewakili Bupati Ponorogo, Bapak Sapto, atas nama Bupati Ponorogo sangat menyambut baik dan mengapresiasi launching penerapan SRIKANDI untuk segera diberlakukan di seluruh Pemerintahan Kabupaten Ponorogo, karena melalui penerapan SRIKANDI ini merupakan wujud penyelenggaraan kearsipan berbasis teknologi informasi komunikasi sehingga pengelolaan arsip lebih efektif dan efisien dalam proses administrasi pemerintahan, khususnya di lingkup Pemkab Ponorogo.

Lebih lanjut Bapak Sapto mengatakan di era globalisasi, lembaga pemerintahan harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi, apalagi sudah banyak teknologi yang mengunakan internet yang sangat memudahkan. maka dari itu sangatlah tepat kalau pengelolaan kearsipan harus mengikuti perkembangan zaman.

Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Ponorogo Bapak Bambang Suhendro, S.T., M.M., menjelaskan bahwa memasuki era sekarang, mau tidak mau digitalisasi akan terlaskana. hal itu dibuktikan dengan disosialisasikannya aplikasi SRIKANDI, yang salah satunya adalah mengupayakan dokumen paperless atau dokumen dengan lebih sedikit kertas. bahkan Bapak Bambang menjelaskan bahwa kedepannya, seluruh undangan softfile akan disepakati sebagai undangan resmi di lingkup pemerintahan.

Sementara Narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia, Bapak Muhammad Solihin menjelaskan secara rinci tujuan dari launching dan sosialisasi aplikasi SRIKANDI adalah menyelaraskan menyatukan persepsi serta memperluas pengetahuan atas aplikasi SRIKANDI yang nantinya akan diterapkan di lingkungan Pemkab Ponorogo. Membangun kesadaran pentingnya mengelola arsip secara elektronik, Membangun penyelenggaraan tertib arsip, untuk menjamin agar pencipta arsip di daerah dapat mewujudkan pengelolaan arsip yang lebih baik sesuai dengan prinsip, kaidah, standar kearsipan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada penghujung acara, Panitia Penyelenggara mengadakan sesi tanya jawab diantara Narasumber ANRI Bapak Muhammad Solihin dan Kepala OPD Ponorogo, agar sosialisasi Aplikasi SRIKANDI dapat dipahami dengan baik oleh para pemangku kepentingan di lingkup Pemkab Ponorogo, dan acara ditutup dengan sesi perfotoan bersama.

 

Reporter Mohammad Abdul Hamid Alfarizi

Photo Revydo Putra Perdana

Sambut Grebeg Suro dengan Bacaan Menarik, Bazar Buku Diva Press Hadir di Ponorogo

Ponorogo – Dalam rangka menyambut Grebeg Suro, Bazar Buku Diva Press, hadir di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan pada tanggal 18 Juli – 3 Agustus 2022. Disini anda akan menemukan berbagai pilihan bahan bacaan bagi semua genre. Acara ini merupakan bentuk kerjasama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dan Diva press.

Program-program menarik dalam Bazar Buku Diva Press menyambut Grebeg Suro ini akan membantu para penggemar buku untuk mewujudkan keinginannya akan bahan bacaan yang bermutu dengan harga yang terjangkau serta pilihan yang bervariasi.

Hadirnya bazar buku Diva Press kali ini merupakan sebuah momentum yang tepat untuk terus menggalakkan budaya membaca sejak dini, meningkatkan minat baca, serta menyediakan akses untuk memperoleh buku bacaan yang baik bagi semua kalangan sehingga dapat meningkatkan literasi dan mencerdaskan bangsa. [Hafidz]

 

Layanan Perpustakaan dan Dongeng Keliling ke MIN 7 Ponorogo

Keceriaan Sobat Pustaka MIN 7  Bersama Tim GEMBLAK (Gerakan Membaca Bercerita dan Literasi Anak Keliling)

Ponorogo – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo melakukan kunjungan Perpustakaan dan Dongeng Keliling ke Madrasah Ibtidaiyah Negeri 7 Ponorogo pada Senin (11/7). Sejumlah 194 siswa/siswi beserta para guru pendamping ikut meramaikan kegiatan perpustakaan dan dongeng keliling kali ini. Acara ini rutin diadakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo melalui bidang layanan perpustakaan dan kearsipan, guna meningkatkan minat baca anak usia dini yang rentan terhadap gawai, yang bisa menurunkan minat baca anak-anak.

Keseruan bermain kuis edukasi bersama Kak Agung

Pada kesempatan ini anak-anak diajak untuk memanfaatkan berbagai macam layanan perpustakaan, seperti buku bacaan anak, game edukasi dan dongeng, serta berbagai macam kuis berhadiah. Melalui layanan ini diharapkan bisa menumbuhkan minat baca anak-anak dan belajar tentang nilai kehidupan dan budaya.

Bapak Syamsul Huda selaku Kepala Sekolah MIN 7 Ponorogo memberikan apresiasi terhadap kunjungan wisata literasi ini. Beliau berharap kegiatan Perpustakaan dan Dongeng Keliling ini bisa rutin berkunjung ke sekolah ini. Beliau juga berkonsultasi dengan para pustakawan terkait akses Perpustakaan Online.

Mendongeng bersama Kak Hafidz

Kegiatan ini secara rutin diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, bagi sekolah yang berminat untuk mengadakan kunjungan perpustakaan dan dongeng keliling bisa mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo.

 

Berita & Foto Oleh Hafidz Ihsan @hafidzihsn

 

Pelatihan MC Temanten Adat Jawa

Pembukaan Acara Pelatihan MC Bahasa Jawa

Ponorogo – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan kegiatan Pelatihan MC Temanten Adat Jawa di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, Jl. Ir. Juanda 172 pada Selasa (5/7). Acara ini diselenggarakan secara gratis & terbuka untuk seluruh masyarakat Kabupaten Ponorogo. Pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan dari program perpustakaan berbasis inklusi sosial yang telah dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo sejak Tahun 2018.

Pemateri Dino JZ dan Ady Arsyad

Pada kegiatan kali ini, Dewi Wuri Handayani selaku Kepala Dinas Perpustakaan berkesempatan membuka acara pelatihan ini. Beliau menyampaikan betapa pentingnya acara ini diadakan untuk mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia di Ponorogo. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan dan sebagai upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Acara yang dimulai pukul 08.00 pagi hari ini, kemudian diisi oleh narasumber Dino JZ & Ady Arsyad yang merupakan seorang MC Temanten Adat Jawa yang telah berpengalaman. Pada kesempatan ini peserta diajarkan untuk memandu acara penggih temanten gagrak Ngayogyakarta.

Peserta Sekesama menyimak materi pelatihan

Acara yang diadakan secara gratis ini cukup menarik minat para masyarakat, sekitar 35 orang turut antusias dalam mengikuti acara ini dari awal sampai akhir. Kedepannya Dinas Perpustakaan akan lebih gencar lagi mengadakan acara pelatihan-pelatihan yang sekiranya penting dan dibutuhkan oleh masyarakat Kabupaten Ponorogo.

diharapkan dengan upaya-upaya yang telah dilakukan, masyarakat Kabupaten Ponorogo bisa lebih antusias dalam mengikuti kegiatan-kegiatan ini, dan dapat membuat masyarakat lebih tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan.

 

Berita ditulis oleh Agung Wicaksono [mahasiswa ilmu komunikasi Unida Gontor]

Photo Vitasa

MENUJU PONOROGO HEBAT BERBUDAYA LITERASI, KANG SUGIRI SANCOKO KUKUHKAN PENGURUS DAERAH GPMB DAN BUNDA LITERASI PERIODE 2022-2026.

PONOROGO. Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan, melaksanakan kegiatan pengukuhan Pengurus Daerah Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (PD GPMB) Kabupaten Ponorogo Periode 2022-2026, Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Ponorogo dan Pemberian Penghargaan kepada Penulis Konten Lokal dan Budaya Ponorogo pada Rabu, 08 Juni 2022 bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo .

Foto bersama Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo, beserta Bunda Literasi dan Pengurus PD GPMB Kab. Ponorogo

Pada kesempatan ini Kang Bupati Sugiri Sancoko secara langsung mengukuhkan Pengurus Daerah GPMB Kabupaten Ponorogo. Kepada Pengurus Daerah GPMB Kang Bupati Sugiri Sancoko berpesan untuk giat dan tulus mengemban amanah demi meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Ponorogo. Selain itu pada kesempatan yang sama Kang Bupati Sugiri Sancoko juga mengukuhkan Bunda Susilowati Sugiri Sancoko sebagai Bunda Literasi Kabupaten Ponorogo beserta Ibu-Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Se Kabupaten Ponorogo sebagai Bunda Literasi Tingkat Kecamatan. Melalui peran seorang bunda sebagai duta literasi di tingkat keluarga diharapkan mampu membangun budaya membaca pada anak-anak sehingga akan tebangun generasi yang literate.

Pengalungan Selempang Bunda Literasi Oleh Bupati Ponorogo

Selain itu Kang Bupati Sugiri Sancoko beserta Wakil Bupati Ponorogo Ibu Hj. Lisdyarita, S.H juga menyerahkan penghargaan kepada penulis konten lokal dan budaya ponorogo. Pemberian pengharagaan ini sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Ponorogo Kepada para penulis yang telah melahirkan karya-karya konten lokal ponorogo dan berkontribusi dalam melengkapi koleksi konten lokal dan budaya ponorogo di perpustakaan umum daerah Kabupaten Ponorogo.

Pemberian Penghargaan Kepada Penulis Konten Lokal Ponorogo dan Budaya Jawa

Pada sambupatanya Kang Bupati Sugiri Sancoko menyatakan bahwa, Ponorogo merupakan kota yang memiliki warisan budaya literasi yang kuat, hal ini dapat dilihat dari adanya Tegalsari yang dulu merupakan tempat rujukan literasi, dimana tegalsari menjadi pusat pendidikan dan pusat keagamaan bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya. Kang Bupati juga mengingatkan kepada masyarakat Ponorogo untuk kembali merujuk kepada Al-Qur’an bahwa perintah pertama dalam Al-Qur’an adalah “bacalah” atau perintah untuk membaca.

Hasto Hendarto Ketua PD GPMB Provinsi Jawa Timur yang hadir pada kesempatan ini, menjelaskan bahwa generasi muda akan mampu menyongsong masa depan yang lebih cemerlang melalui literasi. Ini sejalan dengan semangat perubahan menuju Ponorogo Hebat. Apalagi, literasi dalam perkembangannya bermakna semakin luas. Yatu, kedalaman seseorang atas sebuah pengetahuan untuk menciptakan suatu barang atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing global.

Penampilan Bertutur sebagai pembuka acara

Kegiatan ini berlangsung sangat meriah sekaligus penuh hikmat. Kegiatan diawali dengan penampilan dari Aya Chikamatzhu dan Nadia yang menampilkan tarian asli Ponorogo yaitu tari jathil dan dilanjutkan oleh penampilan bertutur oleh pemenang lomba bertutur Tingkat Kabupaten Ponorogo, Rusydan Briliant Akbar dari SD Muhammadiyah 1 Ponorogo, dengan judul cerita “Asal-usul Reog Ponorogo.”

Melalui sinergitas dari berbagai pihak diharapkan kedepan indeks literasi masyarakat Kabupaten Ponorogo semakin meningkat, dan siap menuju Ponorogo Hebat Berbudaya Literasi. (disperpusip/Vita/Tim Dok)

Lomba Bertutur Bagi Siswa-Siswi SD/MI Tingkat Kabupaten Ponorogo Tahun 2022

  Penampilan salah satu peserta lomba bertutur tingkat Kabupaten Ponorogo

 

Ponorogo – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo kembali menyelenggarakan kegiatan Lomba Bertutur Bagi Siswa-Siswi SD/MI Tingkat Kabupaten Ponorogo Tahun 2022. Kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap tahunnya sebagai salah satu upaya dalam menumbuh kembangkan minat dan budaya baca bagi anak-anak. Lomba bertutur ini diselenggarakan pada Rabu, 23 Maret 2022, di ballroom hotel amaris Ponorogo dan diikuti oleh 25 peserta dari SD/MI di wilayah Kabupaten Ponorogo, dengan mengusung tema cerita rakyat Ponorogo dan pahlawan nasional. Dalam Sambutannya Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, Ibu. Dewi Wuri Handayani, S.Sos menyampaikan, bahwa tema cerita rakyat, bermuatan lokal Ponorogo, yang mengandung nilai perjuangan, kepahlawanan atau legenda ini diambil dengan harapan anak-anak generasi penerus bangsa ini dapat mengenal budaya dan kearifan local sejak dini, dan lebih mengenal dan mencintai budaya daerahnya serta lebih luas lagi menanamkan cinta akan kebudayaan bangsa, persatuan dan kesatuan serta nasionalisme.

Pemenang Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten Ponorogo TA 2022

Pada kesempatan ini, juga hadir sebagai tamu undangan yaitu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Ketua K3S SD dan MI dan pemerhati literasi di wilayah Kabupaten Ponorogo. Untuk dapat menerapkan protokol kesehatan dengan tertib maka kegiatan ini dibagi menjadi 2 gelombang yaitu gelombang pertama hadir dan tampil pada pukul 09.00 s.d 12.00 WIB dan gelombang 2 hadir dan tampil pada pukul 13.00 s.d 15.30 WIB. Meskipun lomba dilaksanakan dengan menerapkan sistem bergelombang namun tidak menyurutkan semangat dan antusiasme peserta. Seluruh peserta tampil dengan sangat baik dan penuh semangat.

Dalam penilaian lomba kali ini terdapat 3 Juri sebagai tim penilai yang terdiri dari Kak Inge (Storryteller/pendongeng), Kak Arim Kamandaka (Pemerhati Literasi dan Budayawan) dan Kak Vita (Pustakawan). Dari hasil penilaian, terpilih 7 orang pemenang yaitu:

Juara 1 Rusydan Brilliant Akbar Nalendra Dari SD Muhammadiyah Ponorogo

Juara 2 Intan Rahma Juni Saputri dari SDN 3 Pulung

Juara 3 Shakayla Adzkiya El Queena Harfianto dari SDIT Qurrota A’yun

Juara Harapan 1 Mutiara Antika Putri Caesarea dari SDN Singkil

Juara Harapan 2 Lintang Pasha Aurela dari SDN 1 Karanglo Lor

Juara Harapan 3 Queensha Syadziyyuna Az-Zahra dari SDN 1 Balong

Juara Favorit Nayara Khaliqa Dzahin dari SDN 2 Kesugihan

Masing-masing pemenang berhak mendapatkan hadiah berupa trophy, piagam dan uang pembinaan, serta juara 1 tingkat Kabupaten Ponorogo berhak untuk mewakili Kabupaten Ponorogo maju ke tingkat Provinsi Jawa Timur.

 

Berita ditulis oleh Vitasa, Gambar oleh Taufiqur Rahman

Layanan Perpustakaan Dimasa Pandemi Covid-19

Sejumlah pengunjung sedang menikmati koleksi perpustakaan

Ponorogo – Memasuki tahun kedua sejak munculnya virus Covid-19 di seluruh penjuru dunia, dan munculnya varian omicron di Tahun 2022 ini  sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan perpustakaan di Ponorogo. Kendala paling terasa adalah dalam memberikan layanan peminjaman, pengembalian dan baca ditempat kepada masyarakat. Setelah sempat mengalami pembatasan kunjungan dan bahkan meniadakan layanan sirkulasi dan baca ditempat pada Tahun 2021 lalu, kini di Tahun 2022 ini layanan perpustakaan kembali dibuka untuk pengunjung, dengan penerapan protokol kesehatan sesuai aturan yang berlaku. Pembukaan kembali layanan perpustakaan ini disambut antusias oleh pengunjung setia perpustakaan karena selama ini akses masyarakat terhadap layanan perpustakaan terkendala oleh adanya pembatasan akibat virus covid-19.

Sejak dibukanya kembali layanan perpustakaan pada November 2021 hingga saat ini [17/02/2022] jumlah kunjungan ke perpustakaan semakin meningkat. Kunjungan didominasi oleh pelajar dan Mahasiswa. Selain membaca buku, sobat pustaka dari kalangan pelajar dan mahasiswa tersebut memanfaatkan layanan TIK di perpustakaan umum daerah Kabupaten Ponorogo untuk mengikuti pembelajaran secara daring. Layanan TIK adalah salah satu layanan perpustakaan yang menyediakan beberapa perangkat komputer dan jaringan internet (WIFI) gratis untuk  dimanfaatkan oleh pengunjung perpustakaan.

Pengunjung sedang mengikuti pembelajaran online di Layanan TIK

Perpustakaan umum daerah Kabupaten Ponorogo yang bernaung dibawah Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo memiliki beragam layanan, diantaranya adalah layanan anak, layanan sirkulasi, layanan disabilitas, layanan referensi, layanan perpustakaan keliling dan dongeng keliling, layanan TIK dan yang paling banyak diminati selama pandemi covid ini yaitu layanan perpustakaan digital e-pustaka wengker.

Layanan perpustakaan digital e-pustaka wengker dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat ponorogo secara gratis. layanan ini menyediakan berbagai macam jenis bacaan yang dapat dikases masyarakat kapanpun dan dimanapun dengan memanfaatkan smartphon maupun laptop yang terhubung dengan jaringan internet. Selama pandemi dan dilakukan pembatasan kunjungan, layanan perpustakaan digital e-pustaka wengker menjadi pilihan yang banyak diminati masyarakat untuk dapat mengakses dan memanfaatkan koleksi perpustakaan secara online.

Pandemi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi kita untuk tetap aktif dan produktif. Kondisi ini memberikan tantangan bagi perpustakaan untuk dapat meningkatkatkan layanannya melalui berbagai inovasi agar tetap dapat memberikan layanan terbaiknya bagi masyarakat.

Salam Literasi

 

[Berita ditulis oleh vitasa & Foto oleh Rassin]

 

 

Layanan Prima Sebagai Upaya Reformasi Birokrasi


Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo terus berupaya meningkatkan layanan terhadap masyarakat, baik pelayanan perpustakaan maupun pelayanan kearsipan. Salah satu bukti nyata upaya pelayanan yang dilakukan dituangkan dalam bentuk maklumat pelayanan yang ditanda tangani oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo.
Sesuai PERMENPAN RB No. 12 tahun 2011, Ogranisasi Perangkat Daerah termasuk Disperpussip Ponorogo terus berupaya melakukan reformasi birokrasi untuk memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat dan menghindari pelayanan yang berbelit-belit yang dimulai dari pelayanan prima terhadap masyarakat.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan SOP yang berlaku. Pembinaan maupun sosialisasi pelayanan prima juga terus kami galakkan kepada karyawan-karyawati Disperpussip.” pungkas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dewi Wuri Handayani, S.Sos.

Lomba Bercerita Bagi Siswa/Siswi SD/MI Tingkat Kabupaten Ponorogo Tahun 2021

Lomba bercerita Tahun 2021

Disperpussip Ponorogo – Dalam rangka menumbuhkankembangkan budaya gemar membaca anak-anak melalui berbagai bacaan dan media untuk menanamkan cinta kebudayaan bangsa, membangun karakter, kecerdasan, inovasi serta daya kompetitif bangsa, Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan menggelar Lomba  Bercerita Bagi Siswa/Siswi SD/MI Tingkat Kabupaten Ponorogo Tahun 2021. Kegiatan yang diselenggarakan di Hall Amaris Hotel Ponorogo pada hari Rabu Tanggal 07 April 2021 tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, wakil dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, wakil dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kabupaten Ponorogo dan Pendamping peserta lomba. Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo Dewi Wuri Handayani, S.Sos, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan lomba bercerita untuk siswa SD / MI  ini bertujuan untuk menumbuh-kembangkan budaya gemar membaca di kalangan siswa sekolah dasar  dan  madrasah ibtidaiyah, mengangkat dan mempopulerkan buku-buku cerita budaya daerah (lokal) yang isinya mengandung nilai–nilai kepahlawanan dan misi membangun karakter bangsa (baik buku bernuansa cerita kepahlawanan, dongeng,silsilah desa/daerah maupun legenda), serta menumbuhkembangkan kecintaan anak-anak terhadap karya budaya nusantara.

Penyerahan Hadiah Juara I Oleh Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo

Lomba bercerita kali ini diikuti oleh 24 peserta yang diselenggarakan secara virtual dan dalam penilaiannya hanya dihadiri oleh pendamping peserta. Acara diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Berdasarkan  pengamatan dan penilaian Dewan  Juri diperoleh hasil sebagai berikut:

Juara I Jumlah nilai 2470 atas nama  Mohammad Rangga Galang Saputra asal dari  SDN 1 Karangan Badegan, Berhak mendapatkan hadiah Piala, Piagam dan Uang Pembinaan sebesar Rp. 1.000.000,-
Juara II Jumlah nilai 2451 atas nama  Intan Rahma Juni Saputri asal dari  SDN 3 Pulung Berhak mendapatkan hadiah Piala, Piagam dan Uang Pembinaan sebesar Rp. 800.000,-
Juara III Jumlah nilai 2450 atas nama  Deliano Maheswara Putranto asal dari  SDN Bungkal, Berhak mendapatkan hadiah Piala, Piagam dan Uang Pembinaan sebesar Rp. 600.000,-
HARAPAN  I Jumlah nilai 2427 atas nama Xaviera Prajna Paramitha asal dari SDN Karangan Balong, Berhak mendapatkan hadiah Piala, Piagam dan Uang Pembinaan sebesar Rp. 400.000,-
HARAPAN  II  Jumlah nilai 2424 atas nama  Zahra Hana Wakhidah Sujarwo asal dari SDN Ciluk Kauman, Berhak mendapatkan hadiah Piala, Piagam dan Uang Pembinaan sebesar Rp. 300.000,-
HARAPAN  III  Jumlah nilai 2411 atas nama asal Sasmaya Kirana Ari Atmaja dari SDN 1 Wonoketro Jetis, Berhak mendapatkan hadiah Piala, Piagam dan Uang Pembinaan sebesar Rp. 200.000,-
Juara FAVORIT  Jumlah nilai 2371 atas nama  Assyifa Rahmalia asal dari SDN Prayungan Sawoo, Berhak mendapatkan hadiah Piala, Piagam dan Uang Pembinaan sebesar Rp. 200.000,-

 

Semoga melalui lomba bercerita dapat merangsang anak-anak untuk gemar membaca dan akan lahir putra/putri Ponorogo yang berbudaya literasi. [NVS]